16 August 2019, 09:15 WIB

Mahkamah Konstitusi Catatkan Tiga Rekor MURI


MI | HUT RI

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Mahkamah Konstitusi Catatkan Tiga Rekor MURI

TAHUN ini Mahkamah Konstitusi (MK) yang notabene sebagai pengawal konstitusi di luar dugaan berhasil mencatatkan tiga rekor dunia sekaligus dalam berbagai kategori.

Penghargaan itu diberikan oleh CEO Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana kepada Sekjen MK M Guntur Hamzah di sela acara final kompetisi debat konstitusi mahasiswa nasional antarperguruan tinggi 2019, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (15/8) malam.

MURI menyatakan MK sebagai lembaga peradilan yang menggelar sidang dengan durasi persidangan terlama, yakni 19 jam 52 menit pada sidang Sengketa Hasil Pilpres 2019. Rekor diberikan pada agenda mendengarkan keterangan 12 saksi dan 2 ahli yang dihadirkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Rabu (19/6), di ruang persidangan MK.

Sidang dibuka oleh Ketua MK Anwar Usman, pukul 09.08 WIB dan ditutup pada hari berikutnya, Kamis, 20 Juni 2019, pukul 05.00. Durasi tersebut belum pernah terjadi sepanjang sejarah peradilan di Indonesia dan dunia.

“Beberapa negara sudah menerima dan tercatat rekor, di Indonesia baru pertama kali lembaga peradilan mendapatkan rekor dunia,” kata Sekjen MK M Guntur Hamzah.

Selanjutnya, MURI mencatat MK sebagai lembaga yang menerima berkas peradilan atau gugatan terbanyak. Tercatat, hampir 11 ribu kontainer boks berkas yang diterima panitera dan diproses majelis hakim.

Kemudian, MURI mencatatkan MK sebagai lembaga transparan. Persidangan gugatan Pilpres yang menguras waktu hampir 20 jam disiarkan secara langsung di televisi nasional. Bahkan, persidangan juga bisa diakses melalui streaming melalui kanal youtube MK.

Berdasarkan pantauan humas MK, persidangan gugatan Pilpres diliput oleh berbagai media massa. Humas MK mencatat terdapat 544 wartawan yang meliput, terdiri dari 74 media online, 130 media masa dalam dan luar negeri, 39 media televisi, 9 stasiun radio, dan 16 media cetak, serta 80 negara lain ikut memantau melalui laman resmi MK. Itu menandakan semua media menaruh perhatian pada MK dalam sidang gugatan pilpres, dan menandakan MK membangun transparansi luar biasa.

Ia mengatakan terciptanya sejumlah rekor ialah kebetulan belaka. Ia mengaku tidak pernah berpikir untuk dicatat dalam rekor dunia. “Kita tentu mau bekerja dengan baik dan semuanya lancar berkaca dari pengalaman sebelumnya. Mengenai rekor itu, tentu tidak pernah terpikirkan sebelumnya.”


Spesial

CEO MURI Jaya Suprana mengatakan tiga rekor dunia kepada MK merupakan sesuatu spesial sebab baru kali ini ia tak perlu menjelaskan secara detail terkait rekor yang dipecahkan. Pasalnya, masyarakat Indonesia mengetahui proses gugatan pilpres di MK melalui media massa dan kanal streaming Youtube.
“Lebih dari 10 ribu rekor yang dianugerahkan MURI ke putra terbaik nusantara, dapat dikatakan anugerah MURI kali ini paling istimewa dari 10 ribu itu,” kata Jaya.

Jaya mengatakan pihaknya telah melakukan riset di berbagai negara sebelum memberikan rekor kepada MK. Ia memastikan Indonesia,” kata Jaya.

Ketua MK Anwar Usman mengatakan rekor dunia MURI jadi cahaya penerang di lorong gelap. Menurutnya, selama ini MK dipandang sebagian pihak sebagai lembaga tertutup. Dengan rekor sebagai lembaga peradilan yang transparan sekaligus menjawab tudingan kepada MK.

“Dengan demikian, meneguhkan MK sebagai lembaga peradilan yang bersih dan berintegritas tinggi,” kata Anwar. (Faj/S5-25)

 

BERITA TERKAIT