16 August 2019, 08:25 WIB

Mutu Guru Fondasi Kualitas Pendidikan


(Dhk/S3-25) | HUT RI

DOK ARIF GTK KEMDIKBUD
 DOK ARIF GTK KEMDIKBUD
Suasana kegiatan belajar mengajar di SDN Deresan Sleman Yogyakarta

GURU menjadi kunci hadirnya kualitas yang baik pada bidang pendidikan. Di tangan para guru yang mumpuni, siswa-siswi bisa mengembangkan diri secara optimal. Untuk itu, selain redistribusi guruguru unggul untuk pemerataan mutu sekolah di seluruh daerah, yang tak kalah penting ialah meningkatkan mutu seluruh guru yang ada. 

Apalagi, tugas utama guru itu amat kompleks, yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta mengevaluasi setiap peserta didik. Adapun peningkatan mutu guru sangat berkaitan dengan profesionalisme untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang berstandar. “Urusan yang paling penting dalam bidang pendidikan adalah mutu guru. 

Prasyarat awalnya sesuai aturan guru harus berkualifikasi S-1 atau D-4. Guru harus pintar serta berkualitas karena itu dalam rangka menjamin mutu pendidikan yang baik,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Wisnu Aji dalam perbincangan dengan Media Indonesia, di Jakarta, Senin (29/7). 

Menurut Wisnu, guru harus jadi fasilitator agar siswa dapat berpikir kreatif dan kritis. Guru juga harus mumpuni menjadi katalisator dalam memacu anak didik sehingga dapat sukses pada bidang sesuai minat dan kemampuannya.

“Para guru harus tesertifi kasi karena itu sudah menjadi amanat undang- undang. Di masa lalu memang banyak pengangkatan guru hanya berdasarkan portofolio bukan uji kompetensi, tapi kita harus menyelesaikan masalah masa lalu dan mensertifi kasi guru-guru yang ada saat ini,” ucap Wisnu.

Kembangkan diri
Di saat yang sama, tantangan baru yang dihadapi guru ialah perkembangan zaman. Menurut Wisnu, guru juga perlu mengembangkan kompetensi sesuai dengan perkembangan terkini. Selain keahlian inti sebagai pendidik, perubahan zaman yang ada saat ini mau tidak mau mengharuskan guru menyiapkan peserta didik untuk memiliki kemampuan abad ke-21. 

“Adanya perubahan zaman menuntut guru membekali anak didik, antara lain meliputi keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi,” kata Wisnu. Karena itu, terang Wisnu, guru yang profesional sepatutnya membangun sikap diri untuk terus mau mengembangkan diri dan bahkan meningkatkan kemampuan mengikuti laju perubahan zaman. 

“Seperti diketahui anak-anak era sekarang sudah berbicara mengenai big data dan kecerdasan buatan atau disebut artifi cial intelligent (AI). Guru di sekolah tentunya harus beradaptasi sehingga bisa mengikuti dinamika yang ada,” ucap Wisnu.

Peran kepala sekolah
Bukan hanya guru yang jadi penentu mutu pendidikan di sekolah. Salah satu unsur penting lain dalam peningkatan mutu pendidikan ialah peran kepala sekolah. “Pimpinan sekolah saat ini dituntut untuk bisa mengembangkan institusi pendidikan menjadi unggul,” ujar Wisnu. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, setiap kepala sekolah wajib memiliki sertifikat.Namun, nyatanya masih banyak kepala sekolah yang belum memilikinya. 

Dari jumlah sekitar 311 ribu kepala sekolah, 210 ribu kepala sekolah di antaranya belum bersertifi kat. Padahal, sertifi kasi penting sebagai syarat profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. “Ada tiga kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, yakni manajerial, supervisi, dan kewirausahaan. Kecakapan kewirausahaan dalam arti kepala sekolah harus mampu membawa sekolahnya jadi sekolah unggul,” ujar Wisnu. 

Sertifikasi itu dilaksanakan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS). Calon kepala sekolah akan mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) dan bagi yang lulus akan diberikan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) calon kepala sekolah. Untuk pengawas sekolah, Wisnu menambahkan, pihaknya telah menuntaskan sertifi kasi sebanyak 19 ribu pengawas pada tahun lalu. “Karenanya, tahun ini dan tahun depan akan digenjot untuk sertifi kasi kepala sekolah melalui program quick win. Seluruh kepala sekolah dalam dua tahun ini akan tesertifikasi demi penguatan institusi sekolah. Kalau sekolah kita mau bagus, kepala sekolah dan guru juga harus bagus,” ungkap Wisnu. 

Bangun SDM
Pentingnya guru dalam membangun kualitas pendidikan juga disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Menurut dia, para guru inti hendaknya turut serta bekerja keras membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia. “Guru merupakan ujung tombak untuk membenahi layanan pendidikan di masing-masing zona,” ujar Mendikbud. 

Jadi, definisi keberhasilan guru haruslah diubah, yaitu dapat mendidik dan mengantarkan seluruh siswa berprestasi, tanpa diskriminasi. “Guru yang hebat itu bisa mengantar semuanya menjadi pintar, dan sekolah favorit itu bisa mengantar seluruh siswa menjadi pintar,” kata dia. Menteri Muhadjir pun berharap para guru dapat lebih meningkatkan kontribusinya untuk mendukung pembangunan SDM Indonesia guna menyongsong bonus demografi. “Pembangunan SDM menjadi fokus perhatian dari pemerintah. Karena itu, guru harus proaktif melaksanakan tugas di masing-masing zona layanan pendidikan tempat guru inti bertugas,” ujar Muhadjir. (Dhk/S3-25)

BERITA TERKAIT