16 August 2019, 08:20 WIB

Fokus Keterampilan Bekerja demi Manfaatkan Bonus Demografi


(S5-25) | HUT RI

MI
 MI
Ilustrai

PEMERINTAH tengah memfokuskan dunia pendidikan saat ini yang mampu memberikan keterampilan kerja bagi generasi muda. Hal ini penting untuk menyambut bonus demografi dan persaingan yang semakin ketat.

Karena itu, pendidikan dan pelatihan vokasi akan semakin diperkuat seiring dengan bergesernya strategi pembangunan dari pembangunan infrastruktur fi sik menjadi pembangunan manusia. “Kami ingin pendidikan yang fokus pada keterampilan bekerja. Ini sangat penting,” pesan Presiden Joko Widodo pada pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Depok, Jawa Barat, baru-baru ini. 

Presiden menyampaikan kunci bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam memenangkan persaingan terletak pada kualitas sumber daya manusia. Selain infrastruktur yang telah dibangun dalam empat tahun terakhir, peningkatan kualitas manusia menjadi prasyarat agar Indonesia tidak terjebak dalam perangkap pendapatan menengah (middle income trap).

“Apabila kita bisa meng-upgrade secepatcepatnya sehingga levelnya melebihi negara- negara di kanan-kiri kita, itulah namanya kemenangan kita dalam bersaing,” ujarnya. Untuk itu, Presiden berharap semakin banyak guru sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terampil dalam membimbing siswanya agar memiliki keterampilan dan kompetensi kerja yang baik. 

“Guru yang terampil harus lebih banyak dari guru normatif. Informasi yang saya terima, guru normatif itu persentasenya lebih banyak,” katanya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah guru kejuruan produktif. Guru-guru SMK akan diperkuat melalui program keahlian ganda. Hal ini untuk mendorong revitalisasi vokasi secara keseluruhan dan dapat menghasilkan lulusan yang bisa bersaing di dunia kerja. 

“Target guru berkeahlian ganda pada 2019 ini mencapai 40 ribu guru,” kata Mendikbud. Program keahlian ganda merupakan pendidikan dan pelatihan bagi guru-guru SMK kategori normatif dan adaptif. Sebanyak 51 sasaran keahlian diklat keahlian ganda dikelompokkan dalam enam bidang, di antaranya ialah kelautan, agrobisnis dan agroteknologi, seni rupa dan kriya, pariwisata, teknologi dan rekayasa, dan teknologi informasi serta komunikasi.

Peran pemda
Selain itu, Mendikbud Muhadjir Effendy juga mengimbau pemerintah daerah (pemda) untuk memberikan prioritas pada pendidikan vokasi demi melahirkan tenaga terampil Indonesia sesuai arahan Presiden Joko Widodo. “Kami imbau pemda untuk memberikan prioritas dalam menciptakan tenaga terampil yang berdaya saing,î kata Mendikbud saat mengunjungi SMK Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. SMK yang memiliki keunggulan keterampilan Nautika itu menjadi kebanggaan Indonesia. Pasalnya, sebanyak 10 peserta didik SMK dikirim ke Jepang untuk menerima pelatihan selama tiga tahun. 

Hal ini perlu di contoh oleh sekolah kejuruan lain, dan memberikan motivasi bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia dalam memberikan penguatan dan perhatian terhadap pendidikan vokasi,î tutur Mendikbud. Mendikbud juga mencontohkan SMK Negeri 1, Kecamatan Giri, Banyuwangi, yang memiliki keunggulan di bidang pariwisata. SMK itu memiliki Edotel Kusuma Banyuwangi (hotel 12 kamar) yang diinisiasi para alumni SMK dan telah diresmikan Mendikbud. “Dengan berdirinya hotel ini dapat membantu meningkatkan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. 

Kami harapkan pemkab (pemerintah kabupaten) dapat membantu pengembangan hotel ini seperti menambahkan jumlah kamarnya,î pesan Mendikbud. Mendikbud juga mengunjungi SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Banyuwangi, yang dikenal memiliki keunggulan keterampilan otomotif. Pengembangan dan penguatan pendidikan vokasi sangat penting, karena masa depan Indonesia ada di tangan-tangan orang terampil. Menjadi keunggulan bangsa kita yakni pariwisata, kemaritiman, pertanian, dan industri kreatif. 

Mari bersama-sama perkuat keunggulan yang kita miliki,ajak Mendikbud. Mendikbud pun berharap Kabupaten Banyuwangi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penguatan dan pengembangan pendidikan vokasi. “Fokuskan keunggulan yang sudah dimiliki masingmasing SMK, dengan begitu akan menghasilkan lulusan yang produktif, dan berdaya saing. Apalagi, lulusan ini nanti akan menyongsong bonus demografi dengan menghasilkan anak-anak kita yang mampu bersaing secara nasional dan internasiinternasional, harap Mendikbud. (S5-25)

BERITA TERKAIT