16 August 2019, 00:30 WIB

Program Pemerintah Berdayakan Pemuda Harapan Bangsa


(S3-25) | HUT RI

MI
 MI
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga

Tak terbantahkan pentingnya peran pemuda dalam mendorong kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi di tengah persaingan global di dunia digital, pemuda menjadi pilar utama pembangunan. Menghadapi bonus demografi yang sudah dekat, pemuda mau tidak mau harus memiliki kualitas agar mampu bersaing dengan pemuda dari negara lain. 

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam membentuk pemuda-pemuda hebat yang 10 sampai 20 tahun lagi siap menyambut tongkat estafet perkembangan zaman. 

Untuk mewujudkan itu semua, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda yang dipimpin oleh Faisal Abdullah dibantu lima asisten deputi (asdep) dilengkapi dengan porsi dan tugas yang saling mendukung. Kelima asdep tersebut, yakni Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda, Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq, dan Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda. 

Mereka memiliki sejumlah program unggulan yang diharapkan dapat mendongkrak dan membentuk pemuda unggul untuk mewujudkan citacita bangsa Indonesia. Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda, misalnya, setiap tahun memiliki program Beasiswa Pemuda Berprestasi yang sudah berjalan secara rutin sejak 2006. 

Hingga saat ini terdapat 1.192 bantuan pendidikan formal Beasiswa S2 Pemuda Berprestasi yang bekerja sama dengan 16 perguruan tinggi di Indonesia. Program tahunan lain bernama Bantuan Pemuda Disabilitas. Sejak 2016 hingga 2019, program tersebut memfasilitasi 49 yayasan/lembaga/ komunitas berkebutuhan khusus. Lebih rinci lagi, fasilitas tersebut membantu sebanyak 3.425 pemuda berkebutuhan khusus.

Antinarkoba dan jambore
Tak kalah penting, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda yang punya Pemuda Anti Narkoba sebagai program prioritas. Setiap tahun, struktur ini membentuk 200 pemuda dengan usia 16-30 tahun dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pemuda di seluruh Indonesia. Ada pula program Jambore Pemuda Indonesia (JPI). 

Untuk tahun ini, JPI akan dilaksanakan mulai 31 Oktober sampai 6 November 2019 di Kabupaten Minahasa, Sumatra Utara. Yang menarik juga, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda dengan sejumlah program seperti Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih. 

Program ini lebih mengajak kepada pemuda sekarang peduli terhadap lingkungan sekitar. Untuk tahun ini, kegiatan tersebut sudah dijalankan dengan memberikan pembekalan kepada 98 Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih dari 34 Provinsi di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, pada bulan lalu, yang dibuka langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. 

Begitu pun Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda memiliki program unggulan, salah satunya Teknopreneur Muda Pemula. Program ini diharapkan membantu para pemuda yang memiliki kemampuan menggerakkan usaha di era digital. Terakhir, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda yang mengusung Kirab Pemuda Indonesia.

Pada tahun lalu, program tersebut diikuti 100 peserta dari seluruh Indonesia. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 73 hari mengelilingi 34 provinsi dan 100 kabupaten/kota. Ada juga kegiatan yang mengajak anak muda untuk kreatif dalam bidang musik, kuliner, grafika, kriya, film pendek, dan fesyen. 

Hal tersebut seperti yang dilakukan Komunitas Taman Suropati Chamber (TSC) yang menggelar konser Indonesia Raya dan memainkan lagu Indonesia Raya secara orkestra di Taman Suropati. Konser ini berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Rekor Dunia dengan melibatkan 326 pemain orkestra.(S3-25)

BERITA TERKAIT