16 August 2019, 06:40 WIB

Pro-Kontra Penaikan Tarif BBNKB


mediaindonesia | Megapolitan

 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/Koz/Spt/13.
  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/Koz/Spt/13.
PENYESUAIAN TARIF PAJAK KENDARAAN

SEJUMLAH masyarakat DKI Jakarta keberatan dengan penaikan tarif bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar 2,5% yang semula 10% menjadi 12,5%. Penaikan tersebut dinilai sangat tinggi dan memberatkan.

Salah satu warga yang mengurus BBNKB, Firmansyah, 36, mengaku sudah mengetahui adanya rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menaikkan BBNKB.

"Sudah tahu kok adanya rencana kenaikan 2,5% untuk BBNKB. Saya tahu seminggu yang lalu. Tetapi Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) menyetujui, itu saya baru tahu," kata Firmansyah di Polda Metro Jaya (PMJ), kemarin.

Berbeda dengan Firmansyah, salah satu warga yang juga mengurus BBNKB, Pramandia Tria Assidika, 24, setuju penaikan dengan catatan tidak terlalu tinggi. "Menurut saya, adanya kenaikan tersebut tidak memberatkan. Dengan catatan selagi masih bisa dijangkau tidak ada masalah. Asal jangan naik terlalu besar. Jika 2.5% masih terjangkau," kata Pramandia. (Iam/J-1)

BERITA TERKAIT