13 August 2019, 10:05 WIB

Telegram Luncurkan Mata Uang Digital melalui Tokenomy


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
Peluncuran Telegram platform blockchain, Jaringan blockchain Telegram ini disebut sebagai Telegram Open Network (TON). 

SALAH satu aplikasi percakapan terpopuler yang dipakai di dunia, Telegram, akan meluncurkan platform blockchain sendiri. Jaringan blockchain Telegram ini akan disebut sebagai Telegram Open Network (TON). 

Sebagaimana jaringan blockchain publik pada umumnya akan memiliki sebuah aset digital yang dapat ditransaksikan di dalamnya. 

Aset digital Telegram ini disebut dengan 'Gram'.

Blockchain merupakan sebuah teknologi berbentuk buku besar (digital) yang terdistribusi di dalam sebuah jaringan. 

TON sendiri merupakan proyek jaringan blockchain yang dirancang dengan cepat, aman, terukur dan mampu menangani jutaan transaksi per detik.

Banyak aset digital yang sekarang sudah beredar di masyarakat saat ini tetapi sangat sulit bagi pengguna baru untuk membeli, menyimpan, dan mengirim aset digital memerlukan proses yang rumit. 

Telegram bertujuan untuk menyelesaikan masalah ini melalui TON, sistem multi-blockchain yang cepat dan luas yang akan mengekspose pengguna global Telegram ke aset digital, Gram.

Baca juga: XL Prioritas Jalin Kerja Sama dengan Samsung Galaxy Note 10

Melalui terobosan blockchain ini, Telegram bertujuan menjadi super-app yang multifungsi,tak hanya memfasilitasi layanan pengirim pesan. 

Gram diramalkan banyak pihak akan menjadi salah satu aset digital terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, serta berpotensi menjadi aset digital yang paling banyak diadopsi di dunia dengan peluncuran TON ke 260 juta pengguna aktif Telegram di dunia saat ini. 

Dan Gram ini akan berfungsi sebagai terobosan ekonomi kreatif melalui aplikasi Telegram.

Para investor ritel dapat membeli GRAM melalui Tokenomy, salah satu startup Blockchain di Asia Tenggara saat ini yang telah banyak mendorong berbagai inovasi blockchain sebelumnya. 

"Dalam kerja sama kami dengan Tokenomy, kami dengan senang hati menawarkan kepada 260 juta pengguna dari Indonesia, akses istimewa dalam ekosistem Telegram Open Network," ujar Dongbeom Kim, CEO dari Gram Asia, dalam keterangannya, Senin (12/8).

Penjualan publik Gram akan dimulai di Tokenomy Launchpad pada 19 Agustus dan akan berlangsung selama kurang lebih 2 minggu.  (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT