16 August 2019, 03:40 WIB

Bulog Berhasil Uji Coba Metode Simpan Beras Cocoon


(E-3) | Ekonomi

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pekerja mengecek stok beras Bulog

Perum Bulog menguji coba penyimpanan beras dengan menggunakan metode ­cocoon. Metode penyimpanan ini merupakan salah satu inovasi Bulog untuk menjaga keamanan stok dan kualitas beras. 

Hasil penyimpanan dengan metode cocoon selama setahun telah terbukti berhasil di Gudang Duyungan, Bulog Subdivre Surakarta, Jawa Tengah. Sebanyak 180 ton beras yang disimpan tetap dalam keadaan baik. Tidak ada perubahan mutu, warna, bau, maupun penampakan.

“Penyimpanan beras dengan metode cocoon ini terbukti dapat mempertahankan kualitas beras seperti saat beras pertama kali disimpan,” tutur Tri Wahyudi Saleh, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, seusai membuka sungkup cocoon penyimpanan beras tersebut, Rabu (14/8).  

Hama yang biasanya muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, terlihat tidak berkembang biak dan bahkan mati. “Jumlah hama yang mati pun relatif sedikit dan terkumpul dalam setiap pojok sungkup.  Adapun kemasan karung pembungkus masih tampak bagus dan rapi seperti saat dimasukkan ke sungkup cocoon,” lanjut Tri dalam keterangan resminya. 

Cocoon terbuat dari bahan semacam plastik yang akan menyungkup beras yang akan dijaga kualitasnya pada waktu tertentu. 

Metode penyimpanan dengan cocoon ini merupakan cara menyimpan beras dan biji-bijian dengan menjaga kadar CO2 pada titik tertentu dan  meminimalkan oksigen. Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal, tidak lagi ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras. 

Penyimpanan dengan cocoon ialah penyimpanan yang ramah lingkungan karena tidak ada lagi perlakuan-perlakuan perawatan dengan menggunakan obat-obatan berbahan baku kimiawi. 

Dengan keberhasilan uji coba inovasi penyimpanan ini, Bulog yakin bahwa penugasan menjaga stok beras dapat dilakukan dengan baik dan terjaga kualitasnya. Uji coba ini baru dilaksanakan di Surakarta, Surabaya, Cirebon, dan Makassar. 

Ke depan,  metode ini akan menjadi bagian dari pelayanan Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga stok pangan pada jumlah yang aman dan dalam jangka waktu yang lebih lama. (E-3)

BERITA TERKAIT