15 August 2019, 18:11 WIB

Inovasi BPPT Dorong Kesiapan Infrastruktur Kendaraan Listrik


mediaindonesia.com | Teknologi

DOK BPPT
 DOK BPPT
Fasilitas fast charging station di Kantor BPPT Jakarta.

Sejalan dengan Perpres Kendaraan berbasis Listrik yang baru saja ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo, BPPT telah menyiapkan dua Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS). Yaitu fast charging station 50 kW di BPPT Jakarta dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan.

Dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza, kehadiran fasilitas fast charging station milik BPPT ini diharapkan memberikan solusi terhadap durasi pengisian kendaraan listrik. Hammam menambahkan bahwa dirinya pun sempat menyaksikan ada taksi Bluebird yang mengisi daya di fasilitas fast charging station di Kantor BPPT Jakarta.

"Kemarin sore saya lihat taksi berbahan bakar listrik milik Perusahaan Bluebird melakukan pengisian daya di Fasilitas Fast Charging Station Kendaraan Listrik milik BPPT di Kantor BPPT Jln MH Thamrin, Jakarta. Dari informasi yang saya terima, proses pengisian daya listrik inipun hanya selama 30 menit, mengisi daya dari 62 ke 230 ampere," ungkap Hammam via pesan instan.

Hammam kemudian menuturkan bahwa kendaraan berbahan bakar listrik tersebut, selain ramah lingkungan, juga efisien. "Betapa efisiennya taksi berbahan bakar listrik ini dibuktikan dengan kemampuannya menempuh jarak hingga lebih dari 300-an kilometer, untuk mengisi ulang daya," paparnya.

Hammam pun berharap, kaji terap dan pengembangan fasilitas pengisi daya kendaraan listrik yang dilakukan BPPT ini dapat menjadi motivasi khusus terkait percepatan program nasional kendaraan berbasis listrik.

Diakui Hammam, Sumber energi stasiun pengisian kendaraan listrik inipun dikembangkan dengan menggunakan photovoltaic (PV) atau panel surya. Stasiun pengisi daya kendaraan listrik yang berada di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT, di Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan, juga menggunakan panel surya.

"Jadi kami inginnya benar-benar ramah lingkungan, dengan menggunakan energi terbarukan juga. Untuk stasiun pengisi daya di B2TKE, roof top-nya menggunakan PV, jadi mengubah energi matahari menjadi listrik," ujar Hammam.

Fasilitas pengisi daya kendaraan listrik ini, menurut Hammam, dapat digunakan tanpa biaya atau gratis. "Tentu ya ini tanpa berbiaya jika ada masyarakat yang ingin mengisi daya kendaraan listriknya. Dengan adanya EVCS BPPT diharapkan dapat menginisiasi tumbuh dan berkembangnya stasiun pengisian listrik di Indonesia serta mampu mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan mobil berbahan bakar minyak ke mobil listrik," pungkasnya. 

Saat ini dalam proses kliring teknologi dan perekayasaan teknologi SPLU, stasiun memberikan layanan gratis. Setelah kaji terap dilanjutkan dengan komersialisasi, melalui industri nasional SPLU yang akan mengenakan biaya/tarif untuk pengisian ulang. (Humas BPPT/OL-10)

BERITA TERKAIT