16 August 2019, 01:00 WIB

Kotak: Jadi Duta Lingkungan


Dhika Kusuma Winata | Hiburan

DOK INSTAGRAM
 DOK INSTAGRAM
 Kotak yang beranggotakan tiga personel, yaitu Tantri (vokalis), Chua (basis), dan Cella (gitaris)

MANUSIA dan alam merupakan kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Atas kesadaran itu pula, tiga personel grup band Kotak, yakni Tantri Syalindri Ichlasari (vokalis), Swasti ‘Chua’ Sabdastantri (bassist), dan Mario ‘Cella’ Marcella (gitaris) mau didaulat menjadi duta lingkungan.

Mereka diusung menjadi duta lingkungan pada program penanaman pohon trembesi yang digagas Djarum Trees for Life (DTFL) bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation, BUMN PT Jasamarga Ngawi-Kertosono-Kediri, Pemerintah Kabupaten Ngawi, dan Kodam V/Brawijaya.

Kotak mengaku bangga terlibat dalam program tersebut dan berharap kegiatan itu dapat memotivasi generasi milenial agar lebih mencintai dan merawat lingkungan sekitar.

"Kita harus menyadari bahwa manusia dan alam merupakan kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Jika kita merawat lingkungan, alam juga akan menjaga manusia. Jangan sampai bencana datang karena kita lalai menjaganya," kata Tantri, Rabu (14/8), seusai menanam pohon trembesi di ruas Tol Ngawi-Kertosono, Jawa Timur.

Diakui Tantri, bukan kali pertama mereka menanam bibit pohon trembesi. Sebelumnya, Kotak pernah menanam trembesi bareng Djarum Trees Life di Banten. "Penanaman pohon ini penting. Ini salah satu solusi untuk mengurangi polusi," kata Tantri.

Rekannya, Chua menimpali, kegiatan memelihara lingkungan biasa dilakukannya dengan cara sederhana, dari lingkungan rumah. Misalnya, menanam bibit pohon atau menyirami tanaman. "Kalau lagi di rumah, aku biasanya nyiram tanaman bareng anak. Selain bermain air, anak juga tahu kalau pohon-pohon di rumah bisa tumbuh subur," ujar Chua.

Chua juga mulai membiasakan mengajak anaknya naik kendaraan umum dan membawa tempat minum sendiri ke mana-mana. "Hal sepele, tapi penting," imbuhnya.

Kebiasaan sepele, tapi penting itu juga berusaha ditularkan pada fanbase-nya, Kerabat Kotak, untuk upaya melestarikan lingkungan dari rumah, seperti menghemat pemakaian plastik.

Perubahan iklim
Selain menanam pohon, Tantri juga dihadirkan sebagai salah satu pembicara dalam temu wicara bertajuk Lagi-lagi Global Warming, dengan tujuan mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak muda agar lebih peduli dan melakukan aksi nyata menjaga alam sekitar.

Sebanyak 250 mahasiswa yang berasal dari 16 perguruan tinggi di wilayah Ngawi, Madiun (Jatim), dan Solo (Jateng) menjadi peserta dalam acara tersebut.

Selain Tantri, narasumber lainnya ialah Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nandang Prihadi, dan Youtuber Andovi Da Lopez.

Dari kacamata awam, Tantri menyatakan, pemanasan global harus menjadi perhatian serius generasi muda karena memiliki dampak negatif bagi keberlangsungan hidup manusia. Contohnya, sekarang kita tidak tahu lagi kapan musim kemarau dan musim hujan. Perubahan iklim memang benar-benar terjadi. Suhu udara juga semakin panas.

"Jadi, sudah waktunya kita sadar lingkungan dan memperbaiki alam. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mencintai bumi ini," ujarnya.

Senada dengan Tantri, Andovi Da Lopez pun sepakat bahwa generasi muda harus ambil bagian dalam misi penyelamatan dan menjaga lingkungan. Bagaimanapun, katanya, generasi muda yang akan menuai hasil dari upaya merawat bumi.

Untuk itu, Andovi mengajak anak muda Indonesia sebagai garda terdepan dalam menggaungkan gerakan sadar lingkungan. Terlebih lagi, kata dia, generasi muda sangat akrab dengan dunia digital sehingga upaya perbaikan lingkungan bisa menggerakkan lebih banyak orang.

"Saya sendiri ingin membuat konten video Youtube yang positif dan menarik mengenai lingkungan. Semoga bisa menjadi contoh agar bumi kita dan generasi penerus bangsa terselamatkan," sahutnya. (Ant/H-2)
 

BERITA TERKAIT