15 August 2019, 15:29 WIB

Polisi Siap Tembak Di Tempat Pelaku Pembakar Lahan


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Rudy Kurniawansyah
 MI/Rudy Kurniawansyah
Satgas karhutla mempersilahkan siapa saja boleh menangkap pelaku pembakar hutan dan lahan. 

KEBAKARAN lahan dan hutan (karhutla) di Sumatra Selatan bukan hanya karena faktor musim kemarau. Namun ada kesengajaan dilakukan oleh manusia. Satgas karhutla akan memberikan hadiah kepada masyarakat yang berhasil menangkap tangan para pelaku karhutla.Termasuk menembak pelaku pembakar hutan dan lahan.

Komandan Satgas Karhutla Sumsel, Kolonel Arhanud Sonny Septiono mengatakan, pihaknya mengeluarkan ancaman tembak di tempat kepada pelaku pembakar hutan dan lahan yang setiap tahun tidak mengindahkan maklumat dan larangan aparat.

"Hal tersebut disebut untuk memberikan efek jera agar para pelaku karhutla tidak mengulang aksi tersebut. Kami memohon kepada Polri agar penegakan hukum dalam kasus karhutla dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu agar setiap tahunnya tidak terulang lagi," tegasnya di Palembang, Kamis (15/8).

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Barhakam) Polri Komjen Condro Kirono menambahkan pihaknya sedang berupaya memberikan tekanan kepada pelaku pembakar lahan.Di antaranya bahwa setiap orang bisa menangkap para pelaku pembakar lahan.

"Siapapun, baik anggota TNI, ASN, pemerintah, dan masyarakat boleh menangkap pelaku karhutla. Bawa barang bukti, bawa ke polisi setempat. Nanti ada apresiasi dari Kapolda dan Pangdam. Pasti ada reward. Penegakan hukum harus tegas dan keras," kata dia.

Diakuinya, saat ini antarinstansi yang terkait dengan penanggulangan dan pencegahan karhutla belum bersinergi dengan baik. Seperti antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru sinergitas sebatas pemadaman dan sosialisasi.

Hasilnya, dari tahun ke tahun masih fokus kepada pemadaman dan penanggulangan. Pihaknya menginginkan ada langkah dan program jangka panjang untuk upaya pencegahan, bukan sekedar sosialisasi kepada masyarakat namun mengganti pola tanaman yang berada di kawasan rawan karhutla.

baca juga: Karhutla Jadi Pertimbangan Pemindahan Ibukota ke Kalimantan

Selain itu, pihaknya pun sampai saat ini masih menunggu adanya bantuan pemerintah pusat untuk menurunkan pesawat teknik modifikasi cuaca (TMC). Sayangnya, sampai saat ini pun bantuan tersebut belum bisa direalisasikan.

"Usulan TMC untuk segera dilakukan di Sumsel harusnya tanpa menunggu hingga kondisi semakin parah," ucapnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT