15 August 2019, 13:54 WIB

WASI Pecahkan 3 Rekor Selam Dunia


MICOM | Olahraga

DOK.WASI
 DOK.WASI
Sejumlah penyelam Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di dasar laut.

ORGANISASI Wanita Selam Indonesia (WASI) berhasil memecahkan tiga rekor selam dunia di Manado, Sulawesi Utara. Pemecahan rekor Guinness World Records Official Attempt itu terjadi hanya dalam hitungan hari saja dari 1 dan 3 Agustus lalu.

Ketiga rekor Guinness World Records Official Attempt yang diraih yakni rekor Rangkaian Penyelam Terpanjang dengan peserta 578 penyelam, rekor Membentangkan Bendera Terbesar di Bawah Air dengan ukuran 1.014 meter persegi, dan rekor Penyelaman Terbanyak dengan jumlah peserta 3.131 orang. Penyerahan penghargaan rekor dunia tersebut diberikan langsung oleh Guinness Records Adjudicator Solvej Malouf.

Ketua WASI Tri Tito Karnavian menyatakan keberhasilan Indonesia dalam memecahkan rekor dunia tersebut menjadi hadiah yang membanggakan dalam HUT ke-74 Indonesia.

 “Semoga apa yang kami persembahkan ini tidak berakhir di sini, tapi bisa menjadi motivasi bagi semua orang  untuk terus melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Tri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/8).

Baca juga: Perempuan Indonesia Tunjukkan Kehebatan

Ketika ditanya soal motivasi WASI memecahkan rekor tersebut, Tri menyatakan WASI ingin Indonesia menjadi bagian dunia dalam kegiatan selam karena Indonesia memiliki potensi sumber daya dan wisata laut yang banyak serta indah dari Sabang sampai Merauke.

“Faktor-faktor inilah yang menjadi dorongan kuat bagi kami untuk memecahkan rekor dunia Guinness World of Records tersebut,” ujarnya.

Tri menyebutkan, pemecahan rekor tersebut pastilah semakin menguatkan posisi Indonesia sebagai negara maritim yang kemampuannya melebihi negara lain di bidang kelautan. Untuk memecahkan rekor tersebut, WASI sendiri telah mempersiapkannya sejak setahun lalu. Mulai dari seleksi penyelam dari berbagai daerah Indonesia maupun luar negeri, hingga pemilihan Manado sebagai tempat pemecahan rekor.

“Kita sudah melakukan survey ke seluruh Indonesia, sebelum memilih Manado sebagai lokasi. Karena dalam pemecahan rekor berskala internasional seperti ini, harus dipenuhi beberapa persyaratan antara lain fasilitas hotel, penerbangan dan tentu saja venue  tempat yang harus memenuhi prosedur keselamatan. Manado beruntung karena terpilih menjadi tempat terbaik dalam memecahkan rekor dunia ini. Kami berharap penduduk di sini tak hanya menjadi penonton, tapi juga dapat menjadi pencinta laut,” katanya.

Tri menyatakan bahwa tak sekadar memecahkan rekor, WASI juga menginisasi kegiatan ini sebagai wujud dukungan untuk memajukan pariwisata bahari di Indonesia, sekaligus mendorong masyarakat agar aktif menjaga kelestarian lingkungan laut di Indonesia.  Sehingga setiap warga wajib untuk menjaga lingkungan masing-masing guna mendapatkan lingkungan bersih, sehat dan nyaman, baik di darat dan laut.

Lebih jauh, ia menyatakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, pihaknya bekerja sama dengan Persatuan Pemulung Indonesia juga melakukan kegiatan bersih-bersih sampah plastik, baik pantai maupun lautan.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu dan anak-anak untuk mencintai laut dengan cara memunguti sampah di pantai dan laut."

Sementara itu, Ketua Divisi 3 Bidang Penyelaman WASI Frans Rattu menyatakan  dalam pelaksanaan kegiatan pemecahan rekor Guinness World Records Official Attempt para penyelam harus menyelam di kedalaman antara 7 – 9 meter.

Pihaknya juga harus melakukan sejumlah persiapan khusus agar para penyelam tidak mengalami kendala saat menyelam. Termasuk pelatihan untuk mengibarkan bendera di dalam lautan.

“Pada latihan pertama, ternyata kami mengalami kendala karena benderanya kami gulung dan saat dikibarkan bendera tersebut terlilit di bagian dalam dan tak bisa dibuka.  Maka kemudian kami melipat bendera dan berhasil. Maka teknik ini yang kami pakai hingga dapat memecahkan rekor dunia,” kata Frans.

Sebelum menerima penghargaan Guinness World Records Official Attempt tersebut, WASI telah lebih dahulu melakukan sejumlah aksi yang berkaitan dengan penyelamatan lingkungan. Seperti aksi Palu pada 21 Februari 2019 dengan mendukung program pemerintah “Menuju Indonesia Bersih”.

Aksi ini tidak berhenti hanya di situ, namun dilanjutkan ke beberapa daerah seperti di Manado, Sulut pada 23 Februari 2019. Lalu lanjut ke Banda Naira, Maluku hingga penanaman mangrove di Balik Papan akhir Juli 2019. Aksi-aksi tersebut merepukan rangkaian acara pokok menuju puncak acara  Guinness World Records Official Attempt yang akhirnya Indonesia dapat memecahkan 3 rekor dunia.

Sebelumnya organisasi yang berdiri sejak 2018 lalu ini juga sudah memecahkan beberapa rekor antara lain Rekor MURI 2018 untuk kategori Penyelaman Massal Wanita yang diikuti 928 penyelam wanita dan Pembentangan Bendera Terpanjang Dalam Laut Indonesia sepanjang 500 meter. (RO/A-3)

 

BERITA TERKAIT