15 August 2019, 13:27 WIB

Bungkus Kopi pun Bisa Jadi Karpet


Kristiadi | Nusantara

MI/Kristiadi
 MI/Kristiadi
Ibu-ibu warga Kampung Cikalang Desa memanfaatkan bungkus kopi menjadi kerajinan. Salah satunya adalah karpet. 

WARGA Kampung Cikalang Desa, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya mengolah sampah plastik dari bungkus kopi menjadi kerajinan rumah tangga. Pengolahan sampah plastik menjadi produk kerajinan dilakukan di setiap rumah.

"Kerajinan sampah plastik yang dilakukannya selama ini tentu membutuhkan waktu, karena tidak semua warga di sini gemar minum kopi bungkus. Tetapi pengumpulan bahan baku yang dilakukannya oleh ibu rumah tangga itu telah terbukti menjadi uang dari hasil karyanya yang sudah terjual," kata Aah Hanriana,50, warga Cikalang Desa, Kamis (15/8).

Untuk memerangi peredaran sampah tersebut, para ibu rumah tangga terus berkarya dengan menggiatkan kerajinan tangan berupa tikar lantai, tas, kantong sekolah, taplak meja, sejadah, kopiah, dan kantong peralatan mandi. Untuk kerajinan tersebut membutuhkan sampah plastik sekitar 800.000 sampai 2.000.000 lembar yang sudah dipotong.

"Untuk membuat kerajinan karpet lantai harus membutuhkan cangkang kopi dan cangkang lainnya dari plastik berbagai merek kopi kemasan. Sedangkan, kebutuhan itu tergantung para pemesan. Ada ukuran besar dan kecil dan itu tergantung dari bahan baku yang tersedia," ungkapnya.

baca juga: LP3HI Gagal Hadirkan Saksi Ahli Dalam Kasus Tabrak Lari

Kerajinan tangan dari sampah plastik tentunya membutuhkan bervariasi. Ada yang membutuhkan waktu sehari hingga enam bulan. Untuk membuat karpet berukuran lebar 6 meter dan panjang 12 meter membutuhkan waktu satu tahun. Hasil kerajinan tangan warga Cikalang Desa ini disumbangkan ke Dewan Kemakmuran Masjid berupa 10 sajadah, 100 kopiah terbuat dari bungkus kopi. Sedangkan karpet telah terjual seharga Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

"Untuk bahan baku, kami selalu meminta kepada setiap warung kopi, warung nasi, pasar tradisional, agar jangan membuangnya kemasan tersebut," ujar Onong, 58 pengrajin lainnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT