13 August 2019, 10:10 WIB

Hadirkan LGBT di Halal Bihalal, Pemkot Banjarbaru Dikritik


Mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Para waria hadir di acara Halal Bihalal di Pemkot Banjarbaru

IKATAN Pemuda Santri Banjarbaru (IPSB) prihatin atas beredarnya foto Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru bersama para waria pada acara resmi Pemkot. IPSB juga mempertanyakan model acara silaturahim yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru yang baru saja dilaksanakan  Senin (12/8) kemarin.

Ketua IPSB, Rahmat Riza, mengaku heran dan tidak habis pikir tujuan Pemkot Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, membuat acara silaturahim dan halal bihalal dengan mengundang waria atau kelompok transgender di kantor milik pemerintahan dalam rangka Hari Raya Iduladha 1440 Hijriah dan sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan RI yang ke 74.

Riza menyoroti bentuk acara serta undangannya yang tidak mencerminkan kebiasaan dan kondisi masyarakat Kota Banjarbaru, yang mayoritas muslim dan dikenal sangat religius.

Ia mempertanyakan kepantasan dan relevansi mengundang para waria yang diundang bukan saja berjoged bersama dengan para petugas kebersihan, tetapi juga berfoto bersama dengan sangat mesra dengan wali kota dan wakil wali kota beserta jajaran pimpinan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.

 

Baca jugaIuran BPJS Kesehatan Naik Bisa Membenani Rakyat

 

Di hari yang suci seperti pada Hari Raya Iduladha seharusnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru memberikan contoh dan teladan yang baik kepada warga Banjarbaru dan membuat acara-acara yang mengedepankan kepedulian kepada rakyat atau pegawai dinas kebersihan yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan di Kota Banjarbaru daripada membuat acara hura-hura yang tidak jelas maksud dan tujuannya.

"Akan lebih baik misalnya Pak Nadjmi Adhani dan Pak Jaya (wali kota dan wakil wali kota) membuat acara yang bermanfaat untuk warga di sini ketimbang membuat acara hura-hura yang tidak jelas apalagi mengundang para waria yang merupakan bagian kelompok LGBT. Itu isu sensitif di sini," kata Riza.

Peristiwa foto bersama dan joged para waria di acara itu dinilai Riza telah mencerminkan bahwa pimpinan daerah bersama jajarannya akan memberikan tempat pada kelompok LGBT di tengah masyarakat yang menganggap hal itu bertentangan dengan syariat.

"Wali kota harus peduli terhadap aspirasi masyarakat di bawah dan bersedia serta berlapang dada menerima kritik dari masyarakat. Karena secara umum masyarakat Banjarbaru adalah masyarakat religius dan kuat keislamannya," tandasnya. (RO/OL-1)

 

BERITA TERKAIT