15 August 2019, 09:25 WIB

Benahi Anak Usaha, Laba BRI Rp16 Triliun


Heryadi | Ekonomi

DOK BRI
 DOK BRI
Direktur Utama BRI Suprajarto (tengah) bersama seluruh jajaran direksi berfoto bersama di Jakarta, kemarin.

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero mencatat laba konsolidasi pada kuartal II 2019 tumbuh 8,19% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp16,16 triliun, atau melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan laba konsolidasi di periode sama 2018 yang sebesar 11%.

Direktur Utama BRI Suprajarto di Jakarta, kemarin, menjelaskan lambannya pertumbuhan laba tersebut karena perseroan perlu menanggung beban dari kinerja anak usaha yang baru saja diakuisisi, PT Danareksa Sekuritas.

Sebagaimana diketahui, BRI resmi memiliki 67% saham Danareksa Sekuritas itu per akhir 2018, sejalan dengan target perseroan untuk merambah bisnis perdagangan efek dan penjaminan emisi.

“Kenapa laba hanya tumbuh 8%, itu karena kami kebebanan anak perusahaan, dan masalah itu ada di anak perusahaan baru. Banyak masalah di sana, tapi itu masih dalam perhitungan valuasi saat kita akuisisi mereka,” ujar Suprajarto.

Suprajarto mengatakan saat ini induk usaha BRI masih bersih-bersih kinerja Danareksa Sekuritas. Namun, dia menolak secara gamblang
untuk memerinci masalah yang sedang dialami Danareksa Sekuritas.

Perseroan, kata dia, meyakini di akhir 2019 Danareksa Sekuritas sudah pulih dan berkontribusi terhadap laba BRI yang ditargetkan mencapai 12%.

Selain dari Danareksa Sekuritas, BRI juga masih memperbaiki masalah kredit berma salah yang didera BRI Syariah dan BRI Ag ro.

“Kita bersihin semua. saya tidak mau ada yang disembunyiin lagi NPL. Digelontorin. Tetapi semua selesai tahun ini. Akhir tahun kita sudah simulasi, mereka bisa berikan kontri busi,” tandasnya.

Di kuartal II 2019 ini, secara keseluruhan BRI menumbuhkan kredit 11,84% menjadi Rp888,32 triliun. Dari total kredit BRI, segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih mendominasi sebanyak Rp681,50 triliun atau 76,72% dengan pertumbuhan 13%.

Untuk kredit usaha rakyat (KUR), BRI telah mengucurkan sebesar Rp50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur. Dia menyebut angka itu setara dengan 57,8% dari target yang diberikan pemerintah di 2019 sebesar Rp86,97 triliun.

Dengan kinerja tersebut, total aset BRI mencapai Rp1.288,20 triliun atau tumbuh 11,7% (yoy). Perseroan juga mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp945,05 triliun atau tumbuh 12,78% (yoy).

6 penghargaan BRI Life

Di sisi lain, anak usaha BRI lainnya, yakni PT Asuransi BRI Life tercatat membukukan kinerja terbaiknya sebagai perusahaan asuransi jiwa lokal Indonesia.

Direktur Utama BRI Life Gatot Mardiwasisto mengatakan perseroan terus menjaga kinerja bisnisnya agar tetap sehat dan solid dengan terus melakukan inovasi dan inisiasi pengembangan produk sesuai segmen dan target.

“Hal itu membuat kami menerima penghargaan selama enam kali berturut-turut selama semester I di 2019. Penilaian ini dilakukan secara independen berdasarkan kinerja keuangan 2018 yang dipublikasikan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Pada Maret 2019, BRI Life memperoleh penghargaan dari majalah Gatra sebagai Most Trusted Insurance Company. April 2019 majalah Warta Ekonomi memberikan penghargaan kepada CEO BRI Life dalam ajang Top Leader Award 2019. Pada Juli 2019, BRI Life menambah empat penghargaan yang diraih dari institusi berbeda.

Menurut Gatot, penghargaan ini diberikan atas pencapaian kinerja BRI Life yang konsisten dalam pengembangan bisnis bancassurance
dan asuransi mikro yang antara lain dilakukan dengan mengoptimalisasi sinergi melalui perusahaan induk BRI. (*/Ant/E-1)

BERITA TERKAIT