15 August 2019, 08:25 WIB

Tim Paduan Suara SMAN 34 Kalahkan Tiongkok


Putri Anisa Yuliani/J-2 | Megapolitan

DOK SMA 34
 DOK SMA 34
Tim Paduan Suara SMAN 34 Jakarta di internasional A Voyage of Voice (AVOV) 2019 di Thailand, Sabtu (20/07).

ANAK-ANAK bangsa negeri ini tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Selalu ada yang membanggakan dan patut untuk diapresiasi kita semua. Prestasinya tak hanya dalam skala nasional, tapi bahkan skala internasional.

Contohnya prestasi dari paduan suara SMAN 34 Jakarta yang berhasil meraih juara pertama di nomor kategori mix voice pada kejuaraan paduan suara internasional di Thailand bertajuk A Voyage of Voice 2019. Bangga? Tentu saja. Perasaan bangga itulah yang dirasakan oleh Ketua Tim Paduan Suara SMAN 34 Jakarta Magnolia Fayza. Pada kejuaraan yang berlangsung 19-21 Juli lalu, tim paduan suara SMAN 34 Jakarta menghempaskan saingan terberatnya yang berasal dari Tiongkok.

Tim paduan suara SMAN 34 Jakarta terdiri atas 45 siswa. Mereka mengikuti dua kategori, yakni equal voice dan mix choir. Ada tiga lagu berbeda di setiap kategori yang harus dinyanyikan.

Untuk kategori mix choir, Fayza dan kawan-kawan melantunkan lagu Ironi Sebuah Negeri, Love on Fire, dan A Northern Light. Untuk kategori equal voice, tim membawakan lagu I Got Reason, Havana, dan Melati.

Ternyata saat di babak final atau grand prix, lagu Ironi Sebuah Negeri yang membuat tim paduan suara SMAN 34 Jakarta dinobatkan sebagai pemenang kategori mix choir.

Sementara itu, pemenang umum atau grand champion direbut oleh Tiongkok. Jadi, bukan tanpa sebab bila tim-tim dari Tiongkok dianggap sebagai pesaing terberat.

Fayza yang saat ini duduk di kelas 12 mengakui keunggulan tim-tim dari Tiongkok. “Saat menyanyi, suara mereka terdengar jernih banget,” ungkap Fyaza saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (14/8).

Namun, Fayza tidak kecewa dengan pencapaian timnya. Justru sebaliknya, mereka bangga dan bahagia. Perjuangan mereka tidak sia-sia, bahkan mampu mengharumkan nama sekolah dan negara. “Kami berlatih tiga jam per hari selama enam bulan, khusus untuk menghadapi kejuaraan ini. Jadi, kami sangat siap untuk berlomba,” kata Fayza

Gadis yang hobi menyanyi dan sempat ikut band ketika di SMP ini menyebutkan kemenangan di negeri gajah putih itu sekaligus memuaskan dahaga gelar yang sempat tertunda tahun lalu. Di ajang Bali Internasional Choir Festival 2018, Fayza dan kawan-kawan hanya mampu mencapai pemuncak di babak kategori saja. Mereka tidak mampu menembus babak final. Oleh karena itu, Fayza tidak mau bersantai karena harus berlatih untuk membidik gelar selanjutnya.

Kini tim paduan suara SMAN 34 Jakarta masih tekun berlatih sebab ada kompetisi yang akan diikuti dalam waktu dekat. “Ada kejuaraan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan DKI untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila,” tuturnya. (Putri Anisa Yuliani/J-2)

BERITA TERKAIT