15 August 2019, 08:15 WIB

Pimpinan Sengaja Gantung Wagub DKI


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

Ist
 Ist
Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Ramly Muhammad

PENYEBAB lambatnya pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kian terkuak. Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Ramly Muhammad menyatakan keterlambatan pelaksanaan rapat pimpinan gabungan (rapimgab) berasal dari ketua dan sebagian oknum dewan.

Ramly belum bersedia menyebutkan nama-nama dewan yang berkepentingan mengulur-ulur pemilihan. “Pansus yang bertugas mengurus administrasi pemilihan Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno telah rampung. Jangan disalahkan dan pukul rata semua dewan. Ada dewan yang bagus kok, ingin menyelesaikan. Namun, kalau tidak ditandatangani pimpinan, kapan bisa jalan,” tandas Ramly di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/8).

Anggota Fraksi Golkar itu juga menuding keterlambatan disebabkan ketidakseriusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menilai Anies justru lebih senang memimpin sendiri.

“Kita punya gubernur senang sendiri. Dia juga mendukung supaya enggak ada lagi calon. Supaya sendiri. Namun, sewaktu-waktu dia ngomong lagi butuh calon, pura-pura setelah waktu sempit,” sebutnya.

Kondisi sarat kepentingan pada tingkat elite itu kemudian dimanfaatkan beberapa oknum dewan untuk mengulur waktu pemilihan Wagub DKI. “Kita tidak menutup mata, teman-teman dewan ada gerbong-gerbong. Namun, itu merusak nama dewan. Rakyat melihat kita, pilih wakil gubernur saja enggak mampu. Kita kerja sampai siang-malam, tetapi masyarakat melihat kita sama semua. Padahal, ada dewan yang punya niat tidak bagus dan mengatur biar kuorum atau tidak,” terangnya.

Masa kerja anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019 berakhir 25 Agustus dan keesokan harinya pelantikan periode 2019-2024. Mengingat waktu tinggal 10 hari lagi, Ramly menyarankan dipilih oleh periode 2019-2024 saja karena pelaksanaan rapimgab tidak akan berjalan optimal.

Ramly khawatir dengan stigma masyarakat atas kinerja dewan secara keseluruhan tidak mampu merampungkan pemilihan wagub. Padahal, bola api ada di tangan pimpinan.

Sudah selesai

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta DPRD DKI merampungkan tugas memilih Wagub DKI sebelum masa jabatan berakhir 25 Agustus. “Saya berharap (pemilihan wagub) selesai sebelum keanggotaan baru, tapi wewenang tetap di DPRD,” ujar Anies, Selasa (13/8).

Anies mengaku kerepotan sendirian menjalankan pemerintahan setahun lebih setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri untuk maju sebagai cawapres.

Mendagri Tjahjo Kumolo juga berharap pemilihan Wagub DKI diselesaikan di sisa masa jabatan anggota DPRD DKI periode 2014-2019. Gayung pun bersambut. Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menyanggupi Wagub DKI sudah terpilih sebelum pergantian dewan lama ke yang baru.

Namun, Ketua Pansus Pemilihan Wagub DKI Ongen Sangaji menepis kemungkinan Wagub DKI sudah terpilih sebelum masa bakti DPRD DKI 2014-2019 berakhir pada 25 Agustus 2019.

Ongen menegaskan tugas Pansus Pemilihan Wagub DKI sudah selesai jauh hari dengan tersusunnya draf tata tertib pemilihan. Namun, Rapimgab gagal mengeksekusi. Menurutnya, saat ini tidak lagi memungkinkan untuk memilih Wagub DKI karena konsentrasi dewan fokus ke pembahasan APBD-P.

“Kalau pembahasan APDP-P tidak selesai pada masa legislatif lama (2014-2019), akan berdampak pada pelayanan masyarakat tahun 2020,” tandasnya. (J-1)

BERITA TERKAIT