15 August 2019, 07:59 WIB

Pandeglang Punya Intensity Meter Mendeteksi 13 Detik Pra Gempa


Siswantini Suryandari | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
Kepala BNPB Doni Mordano dan Kepala BMKG Dwikorita di Pandeglang, Rabu (15/8). 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo bersama Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyerahkan alat pendeteksi dini besaran guncangan gempa bumi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang.    

Alat deteksi dini gempa bumi tersebut diterima Bupati Pandeglang, Irna Narulita di sela kegiatan simulasi evakuasi tsunami yang merupakan rangkaian dari Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 di shelter Tsunami, Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu (15/8).    

Alat bernama intensity meter itu akan bekerja memberi sinyal sekurang-kurangnya 13 detik sebelum gempa terjadi. Sinyal gempa akan diterima oleh BMKG pusat dan kemudian akan diteruskan ke masing-masing BPBD yang telah memiliki alat tersebut. Setelah data rekaman diterima, maka kewenangan kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak BPBD untuk mengambil tindakan dan kebijakan yang dianggap perlu sebagai reaksi cepat tanggap darurat bencana kepada masyarakat.    

baca juga: Jawa Tengah Keroyokan Atasi Krisis Air Bersih

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta agar alat pendeteksi gempabumi hibah dari Jepang itu selalu dijaga dan dirawat agar bisa berfungsi sesuai dengan tujuan dan manfaatnya.

"Ingat, saya mohon dengan sangat agar beberapa alat pendeteksi dini yang sudah kita pasang jangan dirusak, apalagi diambil. Ini demi kemaslahatan bersama," tegas Dwikorita dalam keterangan resmi diterima Media Indonesia, Rabu (14/8). (OL-3)

 

BERITA TERKAIT