15 August 2019, 07:10 WIB

Tiongkok Kecam Aksi Teroris di Hong Kong


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

AFP/Anthony WALLACE
 AFP/Anthony WALLACE
Seorang pria yang dicurigai oleh demonstran prodemokrasi sebagai mata-mata Tiongkok dievakuasi petugas kesehatan Bandara Hong Kong.

TIONGKOK mengecam keras tindakan pengunjuk rasa di bandara Hong Kong yang memukuli dua warga negaranya. Beijing menyebut aksi itu mirip 'kegiatan para teroris'.

 Pendudukan bandara oleh demonstran pada Selasa (13/8) itu berakhir dengan bentrokan. Dua pria dipukuli karena dianggap mata-mata polisi. Tiongkok lalu memanfaatkan bentrokan itu untuk semakin mengintimidasi pengunjuk rasa yang telah sepuluh minggu turun ke jalan.

"Kami mengutuk keras tindakan yang mirip aksi teroris itu. Mereka memukuli dua warga negara kami," kata Xu Luying, juru bicara kantor urusan Hong Kong dan Makao.

Aktivitas penerbangan di bandara Hong Kong kemarin kembali normal setelah sebagian besar pengunjuk rasa meninggalkan tempat tersebut.

Otoritas bandara kini mendapat perintah sementara untuk menindak para pengunjuk rasa yang mengganggu operasional bandara. Artinya, ketika demonstran kembali beraksi, mereka berisiko ditangkap atau dibubarkan paksa oleh petugas kepolisian.

Sekelompok pengunjuk rasa kemudian membuat konferensi pers. Mereka meminta maaf atas bentrokan di bandara. "Sebagian dari kami terlalu mudah terkena agitasi. Kami mohon maaf sebesar-besarnya," ungkap mereka.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan situasi Hong Kong tergolong rumit. Namun, pihaknya berharap krisis dapat diselesaikan, khususnya untuk tujuan demokrasi tanpa menimbulkan korban luka dan korban tewas. Dengan mengutip sumber intelijen, Trump juga menyinggung langkah militer pemerintah Tiongkok. "Intelijen kami memberikan informasi bahwa pemerintah Tiongkok mengerahkan pasukan ke wilayah perbatasan dengan Hong Kong. Semua pihak harus tenang dan menjaga keamanan," seru Trump dalam akun Twitter-nya.

Sementara itu, 47 atlet renang DKI yang sebelumnya terjebak di Hong Kong kini telah kembali ke Indonesia. "Ada yang tiba pukul 15.00, ada yang tiba pukul 19.00 WIB. Semua atlet dipastikan dalam keadaan sehat," ungkap Gubernur Anies Baswedan di Jakarta, kemarin.

Mereka semula akan mengikuti kegiatan Hong Kong Open Swimming Championship, tetapi tertahan di bandara karena adanya aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan warga Hong Kong.

Kejuaraan itu urung digelar dan atlet dijemput Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong untuk diberi perlindungan selama bandara ditutup. (Tes/Put/AFP/X-11)

BERITA TERKAIT