15 August 2019, 08:20 WIB

Rawat Power Steering agar Tetap Sehat


(Cdx/Berbagai sumber/S-2) | Otomotif

ilustrasi
 ilustrasi
Rawat Power Steering agar Tetap Sehat

UMUMNYA saat ini ada dua jenis power steering yang diterapkan pada kendaraan roda empat. Yang pertama ialah power steering konvensional sistem hidrolis dan yang kedua ialah power steering elektrik. Tidak seperti power steering elektrik yang sangat minim perawatan, power steering konvensional membutuhkan perawatan berkala karena kinerjanya tak lepas dari pemakaian cairan/oli sebagai penerus daya sekaligus pelumas.

Tidak ada patokan baku untuk penggantian cairan power steering. Beberapa cara konvensional di antaranya berpatokan pada jarak tempuh, misalnya, setiap 20 ribu km, waktu pemakaian (dua tahun jika diasumsikan kendaraan rata-rata dijalankan sejauh 10 ribu km/tahun). Ada pula yang berdasarkan pada perubahan kejernihan dari cairan power steering.

Semakin sering frekuensi penggantian tentu akan semakin baik bagi perangkat power steering kendaraan. Selain mengganti dan menguras cairan ada beberapa mobil tertentu yang dilengkapi filter oli pada perangkat power steering-nya. Misalnya, pada model sedan Mercedes-Benz, Nissan, dan beberapa brand lainnya. Jangan lupa untuk mengganti saringan oli ini setiap pergantian oli power steering.

Bagi yang suka mengerjakan sendiri tentu akan lebih baik karena bisa menghemat ongkos jasa pelayanan. Untuk mengerjakan pekerjaan ini membutuhkan minimal dua orang.

Peralatan yang dibutuhkan juga sederhana, seperti selang, klem selang, kantong plastik, karet gelang, wadah penampungan oli bekas, dan kunci pas sesuai ukuran. Sebelum memulai pekerjaan sebaiknya menemukan posisi tabung reservoir power steering untuk mempelajari konstruksi dan jalur sirkulasi olinya.

Biasanya tabung reservoir berada di atas atau tidak jauh dari pompa power steering. Bukalah tutup reservoir dan kuras isinya, kemudian perhatikan dengan seksama. Pada tabung reservoir biasanya akan terhubung langsung dengan satu atau dua selang kecil.

Lepas selang kecil di bagian paling atas kemudian sambungkan dengan selang yang sudah disiapkan yang bagian ujung lainnya bermuara pada wadah penampung oli bekas. Tutup pipa saluran bekas selang kecil di reservoir menggunakan kantong plastik dan karet gelang.

Masukkan oli baru pada tabung reservoir hingga penuh lalu minta bantuan teman untuk menghidupkan mesin agar oli yang kotor terpompa keluar melalui selang menuju penampung oli bekas. Pada langkah ini oli dalam tabung akan berkurang sehingga perlu terus diisi dengan oli baru agar jangan sampai tabung benar-benar kosong. Hal ini penting untuk mencegah masuknya udara ke dalam sistem.

Perhatikan oli kotor yang terbuang ke penampungan. Jika oli yang keluar berubah menjadi jernih segera matikan mesin. Setelah itu, pasang selang kecil ke posisi semula. Perhatikan batas ketinggian dan isi hingga batas normal. Nyalakan kembali mesin lalu putar roda kemudi ke kanan dan ke kiri secara penuh berulang-ulang lalu kembalikan ke posisi lurus sambil memeriksa ketinggian oli. Jangan lupa untuk mengganti filter oli power steering dengan yang baru. Setelah itu, tutup tabung reservoir karena misi telah selesai. (Cdx/Berbagai sumber/S-2)

BERITA TERKAIT