14 August 2019, 21:29 WIB

Jarak Tempuh ke Venue Bikin Gusar Kontingen SEA Games Indonesia


Cahya Mulyana | Olahraga

AFP/Ted Aljibe
 AFP/Ted Aljibe
pembangunan venue Atletik di New Clark City yang akan digunakan dalam SEA Games 2019

KONTINGEN Indonesia di SEA Games 2019 Filipina dihadapkan pada jauhnya jarak tempuh kompleks penginapan atlet dengan venue tempat pertandingan. Komite Olimpiade Indonesia pun memprediksi butuh tambahan dana untuk mengatasi persoalan jarak tersebut.

KOI kini sedang mencari solusi untuk memcahkan masalah jarak tempuh tersebut. Hal itu karena, selain soal anggaran, faktor fisik pada atlet yang akan bertanding juga berpengaruh.

Diketahui kontingen Indonesia akan bermukim di Manila sementara venue sebagian besar berada di beberapa kota sekitarnya. Sebanyak 15 venue berada di Metro Manilai, 11 di Clark Quay, sembilan di Subic, sementara delapan lainnya di kota lain.

Pusat layanan transportasi hanya disediakan untuk angkutan darat dengan menghubungkan penginapan dengan tempat bertanding yang terbagi ke dalam tiga kluster yakni Clark, Subic dan Metro Manila.

Baca juga : KOI Kebut Proses Seleksi Cabang ke SEA Games 2019

Untuk venue yang berada di Clark atau Subic waktu tempuh yang dibutuhkan dari Manila mencapai 4,5 jam sehingga bisa menggerus kebugaran atlet.

"Maka transportasi kita perhitungkan supaya atlet tidak capek. Sebab tidak ada penerbangan langsung ke venue. Maka perlu ada dana tambahan namun masih diperhitungkan untuk menentukan pilihan mana yang akan diambil, darat atau udara," terang Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KOI, Hellen Sarita Delima di Jakarta, Rabu (14/8).

Salah satu langkah untuk memutuskan persoalan itu, kata dia, timnya akan bergerak ke lokasi. Selain untuk meninjau venue juga untuk memetakan transportasi yang paling tepat termasuk merinci dana yang harus dikeluarkan untuk darat dan udara.

"Pilihannya sejauh ini darat dan udara. Untuk darat sudah jelas butuh waktu 4,5 jam itu pun sudah dikawal oleh voorijder. Kemudian pesawat sedang kita bahas karena harus carter, tidak ada dari Jakarta langsung ke Clark atau Subic sehingga itu sedang kita cari solusinya," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT