14 August 2019, 21:50 WIB

Fakhri Sesali Kualitas Timnas di Laga Pamungkas


Cahya Mulyana | Sepak Bola

ANTARA
 ANTARA
Pemain Timnas Indonesia U-18 menghadapi Timnas U-18 Myanmar

PELATIH tim nasional Timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini mengaku kecewa dengan performa pasukannya saat melawan Myanmar pada laga terakhirnya (kelima) pada penyisihan Grup A Piala AFF U-18. Pasalnya, dalam duel di Thong Nhat Stadium, Ho Chi Mhin, Vietnam, Rabu (14/8) itu 'Garuda Nusantara' harus kebobolan lebih dulu sebelum akhirnya menutup laga dengan skor 1-1.

Meskipun tetap menjadi juara grup berkat produktivitas gol atas Myanmar yang menjadi runner-up dengan 13 poin, Fakhri menilai laga terakhir itu seharusnya timnya menang jika menilik dari jumlah peluang. Contohnya pada menit awal Amiruddin Bagus Kahfi nyaris membobol gawang Myanmar seusai mendapat umpan Fathur Rachman dari kanan namun gagal karena sundulannya melewati mistar gawang.

Baca juga: Timnas U-18 Target Tetap Sempurna

"Jujur saya kurang puas dengan permainan anak-anak, apalagi pemain yang baru saya berikan kesempatan bermain. Peluang banyak terbuang, saya berharap pemain yang belum bermain, ternyata tidak sesuai dengan harapan saya. Fisik mereka masih kurang," tutur Fakhri  seusai laga.

Ia mengaku hasil itu cukup untuk menilai skuatnya yang laik bermain di semifinal melawan runner-up Grup B yang masih diperebutkan Australia, Malaysia dan Vietnam. Sambil menunggu lawan, Fakhri akan mempersiapkan timnya supaya siap memenangi tiket ke final.

"Saya akan gunakan kesempatan untuk pemulihan kondisi fisik saat libur dua hari," katanya.

Terkait Mochamad Supardi yang masih belum bisa bermain, Fakhri kembali menegaskan kondisi itu bukan masalah besar untuk melakoni laga fase gugur sebab masih banyak pemain yang bisa menggantikannya.

"Tim ini tidak tergantung pada satu pemain. Mereka saling tergantung satu dengan lain. Kekompakan lah yang ada di tim ini," pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Bagus menyatakan melawan Myanmar sangat menyulitkan dibandingkan empat laga sebelumnya. Pasalnya lawan bermain lebih disiplin dan kompak dalam bertahan.

Sebagai striker, ia mengaku tidak banyak memiliki ruang tembak karena penjagaan Myanmar bagus. "Mereka seperti menempel ketat kami. Tapi syukur Alhamdulillah kami tidak kalah dalam pertandingan ini. Laga ini pengalaman baru lagi untuk saya dan teman-teman. Semoga kami bisa berbicara banyak di semifinal. Terima kasih kepada penonton, karena sudah mendukung kami di stadion," pungkasnya. (Cah/A-3)

BERITA TERKAIT