14 August 2019, 20:25 WIB

Tim Pelajar U-16 Indonesia Gunduli Myanmar


Palce Amalo dari China | Sepak Bola

  MI/PALCE AMALO
  MI/PALCE AMALO
Striker Tim Pelajar Indonesia U-16, Iryanto Wandik menguasai bola pada pertandingn melawan Soccer Football Academy Myanmar  

TIM Pelajar Indonesia U-16 berhasil membukukan kemenangan telak 8-0 atas Power Soccer Football Academy asal Myanmar di ajang Gothia Cup China 2019 yang berlangsung di lapangan Distrik Chenyang, Shandong, China, Rabu (14/8) sore.

Di babak pertama, tim pelajar langsung memperlihatkan dominasi mereka atas Myanmar dengan permainan kombinasi, pergerakan dan kemampun umpan, merepotkan pertahanan lawan. Rizky Armando mencetak gol pertama saat permainan baru berjalan tujuh menit. Tiga menit kemudian atau tepantnya pada menit ke-10, Alif Saviole mencetak gol kedua.

Pada menit ke-25, gawang Myanmar yang dijaga AT Khant kembali kebobolan lewat tendangan penalti Nadhif Girasata. Satu menit kemudian, Nadhif mencetak gol kedua sehingga tim pelajar unggul empat gol di babak pertama.

Memasuki babak kedua, pelatih Maman Suryaman merotasi tujuh pemain kunci. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kebugaran serta menghindari cedera pemain.

Pemain yang masuk pada babak kedua antara lain Daffa Imani dan Christian Fernando Yogi Finanta asal Nusa Tenggara Timur.

"Lawan kita itu bermain keras, jadi kita harus bermain dengan kecerdasan, kombinasi play agar lepas dari cedera," kata Maman seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Palce Amalo, dari Shandong.

Unggul empat gol di babak pertama, tim pelajar tak menurunkan tensi permainan di babak kedua. Alif Saviole, pemain asal Riau, kembali mencetak gol, lewat pinalti, membawa tim pelajar unggul 5-0 pada menit ke-38.

Selanjutnya Iryanto Wandik asal Papua Barat mencetak gol ke-6 pada menit ke-42 dan pinalti pada menit ke-46. Gol ke-8 dilesatkan Dozan Muhammad Raina Cikal pada menit ke-50.


Baca juga: Tim Pelajar Tak Anggap Enteng Myanmar


Menurut Maman, grafik permainan tim pelajar sejak laga pertama hingga keempat semakin baik. Hal itu dibuktikan dengan jumlah gol yang berhasil dibukukan.

"Anak-anak menguasai jalannya pertandingan, dan banyak peluang. Ini hasil dari skema latihan," ujarnya.

Dengan kemenangan tersebut, tim pelajar unggul dengan nilai 12 poin, 21 gol dan hanya kebobolan satu gol. Sedangkan Easterns High School dari Afrika Selatan di posisi kedua dengan 9 pon dan 8 gol. Posisi ketiga PT Elite dari Shanghai dengan tujuh poin dan lima gol.

Selanjutnya ZGZX FC dengan enam poin dan enam gol, Power Soccer Football Academy satu poin dan satu seri, serta kebobolan 13 gol, sedangkan urutan terakhir Chanyang No 1 FC tanpa poin.

Pada Kamis (15/8) pukul 11.00 waktu setempat, tim pelajar akan berlaga melawan PT Elite di lapangan Baishawan Football Park, Qindao, sekaligus mengakhiri babak penyisihan.

Pada Jumat (15/8), tim yang menempati urutan satu dan dua akan bermain di laga final untuk memperebutkan juara.

"Tiket final untuk tim pelajar sudah ada di tangan," kata Maman Suryaman. (OL-1)

BERITA TERKAIT