15 August 2019, 01:00 WIB

Indra Perdana Sinaga: Duta Pariwisata Ubah Jalan Hidupnya


Rudi Kurniawan | Hiburan

MI/Rudi Kurniawansyah
 MI/Rudi Kurniawansyah
Vokalis grup band Lyla, Indra Perdana Sinaga 

VOKALIS grup band Lyla, Indra Perdana Sinaga alias Indra Naga, 36, mengenang masa lalunya 18 tahun silam. Saat itu, ia terpilih menjadi menjadi Duta Pariwisata Riau di event Bujang Dara pada 2001. 

Kesempatan itu diakui telah mengubah jalan hidupnya hingga memperkaya pengalamannya untuk terus berkarier di dunia seni seperti saat ini.

"Pengalaman itu menjadi salah satu dasar saya memberanikan diri untuk terus berkarier di bidang seni yang saya geluti sekarang. Saya banyak belajar dari kegiatan ini," ungkap laki-laki kelahiran Medan, Sumatra Utara, 10 Juli 1983, itu, saat ditemui di sela-sela ajang pemilihan Bujang Dara 2019 di Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu.

Musikus yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Riau itu mengatakan, terpilihnya dia menjadi Bujang Dara Riau membuatnya mendapat banyak pengalaman hidup. Ia bertemu dan berdiskusi tentang pariwisata dengan banyak orang dari beragam level status sosial. 

Dari sana, pelantun lagu Lebih dari Bintang itu mengerti bahwa sekeren apa pun sebuah event atau objek wisata, jangan harap laku bila tidak dikenal publik. "Untuk itu, peran duta pariwisata sangat penting dalam membantu mempromosikan sektor pariwisata di daerahnya," kata Indra.

Pada era milenial yang serbadigital, menurutnya, Bujang Dara Riau 2019 yang bertugas sebagai duta pariwisata harus bisa melakukan pendekatan kekinian baik secara digital maupun event langsung dengan membawa karakter budaya Riau menjadi lebih menarik dan familier dengan generasi sekarang.

"Saat ini karakter budaya yang kuat menjadi kekuatan tersendiri dari sebuah destinasi wisata dan Riau banyak memiliki itu. Apabila ini digali kemudian dikemas dengan baik tentunya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan," kata Indra.

Di matanya, ajang Bujang Dara Riau ialah sebuah pergelaran yang sangat baik menjadi salah satu wadah kegiatan positif bagi remaja di Riau yang mempunyai ketertarikan terhadap kegiatan sosial, komunikasi publik, dan promosi. Bujang Dara juga menjadi ikon Riau dalam hal memperkenalkan sekaligus menjadi pelopor pelestarian budaya sebagai karakter Riau sendiri.

Indra mengungkapkan, Riau bisa saja membuat event pariwisata melalui sebuah pergelaran musik. Tentunya dibalut dengan karakter budaya atau berlatar tempat wisata di Riau. Contohnya ialah Borobudur Festival, Dieng Cultur Festival.

"Mungkin Riau bisa mengadakan Muara Takus musik festival. Atau ada banyak jenis event lain yang bisa saja melalui pendekatan olahraga, seperti maraton, pendekatan Festival Seni Budaya Muslim, Festival Fashion Tradisional Melayu Riau, atau yang lainnya. Nah, tugas dari Bujang Dara adalah mempromosikan event ini," jelas suami dari Feby Rizky Andhika Siregar, finalis Putri Indonesia 2009 itu.

Wisata halal
Terkait dengan gencarnya pariwisata halal di Riau saat ini, Indra berharap, Bujang Dara harus menguasai destinasi wisata apa saja yang ada di Riau. Kemudian, fasilitas apa saja yang sangat sangat mendukung pariwisata halal tersebut. Bisa juga dengan menggali kembali bagaimana sejarah perkembangan Islam di Riau beserta spot-spot bersejarah yang bukan tidak mungkin menjadi favorit wisatawan.

Selain itu, imbuhnya, Bujang Dara juga harus bisa menjadi ikon yang representatif dengan pariwisata halal itu sendiri dengan menjadi generasi muda yang baik, kreatif, energik, dan paling utama jauh dari narkoba yang saat ini juga menjadi isu penting di kalangan remaja.

"Tentunya hal itu sangat bertentangan dengan konsep pariwisata halal," pungkasnya. (H-2) 

BERITA TERKAIT