14 August 2019, 17:45 WIB

Dinas Bina Marga Batalkan Dua Proyek Flyover Tahun ini


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

 Foto: Antara/Raisan Alfarisi.
  Foto: Antara/Raisan Alfarisi.
Ilustrasi proyek pembangunan jalan layang. Foto: Antara/Raisan Alfarisi.

DINAS Bina Marga DKI Jakarta membatalkan dua proyek jalan layang yang awalnya akan dilakukan pertengahan tahun ini.

Kedua proyek jalan layang itu adalah jalan layang Sunter Permai-Martadinata yang memiliki anggaran Rp87,3 miliar dan jalan layang RSUP Fatmawati-Stasiun MRT Fatmawati senilai Rp17 miliar.

Baca juga: Tak Sediakan Layanan Uji Emisi, Izin Bengkel Bisa Dipersulit

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugraha, mengatakan pembangunan jalan layang Sunter Permai-Martadinata dibatalkan karena bersinggungan dengan proyek jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta pembangunan dua proyek besar lainnya yakni pembanguna Stadion BMW serta Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara (FPSA) atau Intermediete Treatment Facility (ITF) Sunter.

"Kita nolkan untuk yang Sunter. Kita akan desain ulang. Juga karena berbarengan dengan tiga proyek besar secara teknis tidak bisa. Kita tunda dulu," kata Hari ketika dihubungi, Rabu (14/8).

Sementara, jalan layang bermodel skybridge khusus untuk pejalan kaki yang menghubungkan RSUP Fatmawati dengan Stasiun MRT Fatmawati dibatalkan pembangunannya karena ada rencana lain, yakni pembangunan halter terintegrasi.

"Di bawah tol Pondok Pinang di samping Stasiun Fatmawati akan dibangun halte terintegrasi. Jadi Skybridge dinilai tidak perlu lagi," ujarnya.

Selain membatalkan dua proyek itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga memundurkan pembangunan tiga perlintasan tidak sebidang lainnya yakni jalan layang Tanjung Barat bernilai anggaran Rp103,2 miliar, jalan layang Cakung yang memiliki anggaran Rp90,9 miliar, dan underpass extension Senen bernilai Rp94,8 miliar.

Baca juga: Polisi Sita Senjata Revolver Milik Umar Kei

Ketiga proyek beranggaran tahun jamak atau multiyears itu dimundurkan ke tahun depan karena rencana lelang yang meleset. Semula tiga perlintasan tidak sebidang itu dibangun tahun ini dan selesai tahun depan. Namun dengan mundurnya lelang, pembangunan akan dilakukan tahun depan dan ditargetkan selesai 2021.

"Seharusnya lelang pertengahan tahun sudah kontrak tetapi sekarang masih belum. Jadi tahun ini anggarannya harusnya 40% tapi kita keluarkan 10% sampai 15% hanya untuk uang muka saja," tegas Hari. (OL-6)

BERITA TERKAIT