14 August 2019, 13:37 WIB

Industri Pengolahan Timah Berisiko Penurunan Kinerja Ekonomi


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi

SEKTOR industri pengolahan timah memberikan risiko tekanan penurunan kinerja ekonomi di Bangka Belitung. Sampai akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Babel diperkirakan akan berada pada kisaran 4,0%-4,5% (year of year/yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung, Tantan Rabi mengatakan, sektor industri pengolahan mengalami kontraksi sebesar 1,48% (yoy) pada triwulan ini.

"Padahal pada triwulan sebelumnya, perekonomian Babel dari sektor itu masih mampu tumbuh sebesar 2,17%. Kontraksi pada sektor industri pengolahan ini dipengaruhi oleh masih banyaknya smelter swasta yang belum beroperasi," kata Tantan, Rabi (14/8).

Hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan dan penggalian yang tercatat mengalami pelambatan. Sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 0,30% (yoy).

"Pada triwulan sebelumnya pertumbuhan perekonomian Babel sempat tumbuh tinggi sebesar 7,77% (yoy)," ucap dia.

baca juga: Lewat Gemar Makan Ikan, Lamongan Targetkan Zero Stunting

Ia pun berharap kedepanya, pertumbuhan perekonomian Babel dari sektor pertambangan khususnya pengolahan logam timah dapat kembali membaik. Sehingga tidak memengaruhi tekanan terhadap penurunan perekonomian di Babel.(OL-3)

 

BERITA TERKAIT