14 August 2019, 15:15 WIB

Angka Backlog Perumahan Ditargetkan Turun Menjadi 5 Juta Unit


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA/Raisan Al Farisi
 ANTARA/Raisan Al Farisi
Foto udara perumahan di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan memangkas angka backlog perumahan dari saat ini 7,6 juta unit menjadi 5 juta unit pada 2024.

"Itu sudah masuk dalam Visium PU-Pera 2030 dengan penjabaran target sektor perumahan di tahun 2020-2024 yaitu penurunan backlog menjadi lima juta unit," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Heripoerwanto di kantornya, Jakarta, Rabu (14/8).

Untuk mencapai target tersebut, Program Sejuta Rumah (PSR) yang telah dimulai sejak 2015 akan kembali dilanjutkan pada periode kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebanyak 3,9 juta unit hunian dengan nilai investasi Rp780 triliun diproyeksikan bisa terbangun dalam kurun tersebut.

"Tapi pemerintah tidak akan mampu memenuhi seluruh kebutuhan anggaran itu. Perlu ada kerja sama dengan sektor swasta untuk merealisasikan target tersebut," ucapnya.

Baca juga: Tata Ruang Dukung Pengembangan Kota Masa Depan

Pemerintah, lanjutnya, hanya mampu mengeluarkan pendanaan sekitar 30% dari total kebutuhan yang telah dihitung. Sebanyak 70% diharapkan bisa datang dari pelaku usaha baik milik pemerintah maupun swasta.

Pemerintah pun kini tengah menyiapkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di sektor perumahan.

Skema yang sama sedianya telah dilaksanakan untuk membangun jalan, jembatan dan fasilitas air minum.

"Sekarang kita akan coba untuk perumahan. Skema itu seharusnya bisa diterapkan untuk semua pembangunan infrastruktur," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT