14 August 2019, 11:54 WIB

Emil Perintahkan Pertamina Mengecek Pipa Kilang Minyak


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) meminta PT Pertamina mengkaji kemungkinan dampak gempa bumi di Banten terkait bocornya minyak di pantai utara provinsi tersebut. Emil ingin memastikan apakah bencana alam dengan magnitudo 6,9 SR yang terjadi pada Jumat (2/8) itu menjadi penyebab atau bukan tentang kebocoran yang merusak ekosistem sekitar. Emil sudah meminta PT Pertamina agar mengkaji hal tersebut.

"Sudah minta Pertamina dan tim ahli agar melakukan kajian. Ini pertanyaan banyak orang, karena masalah teknis pipanya," kata Emil di Bandung, Rabu (14/8).

Emil pun meminta BUMN tersebut mengaudit setiap instalasi pipa yang dimiliki terkait adanya bencana alam tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terjadi pada kilang di daerah lain jika pascagempa pada malam hari itu.

"Jadi ini lampu kuning buat pipa-pipa lain. Karena kebencanaan, meski pipanya bagus harus tetap diperiksa," katanya.

Menurut dia, pemeriksaan pipa ini tidak kalah penting dibanding penyelesaian tumpahan minyak yang melanda kawasan pantai di Kabupaten Karawang dan Bekasi ini. Jika dibiarkan, dia khawatir kejadian serupa akan terjadi di kilang-kilang yang dimiliki PT Pertamina.

"(Memeriksa pipa-pipa) sama pentingnya dengan menyelesaikan tumpahan minyak ini, jadi harus secepatnya," kata dia.

baca juga: BNPB Ajak Pramuka Peduli Bencana

Meski begitu, dia mengapresiasi langkah penanganan tumpahan tersebut karena PT Pertamina sudah menempuh cara yang terbaik. Bahkan dengan mendatangkan tim ahli dari Amerika Serikat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, penanganan pipa yang bocor itu dilakukan dengan menutup sumur yang bocor.

"Ditutup pipa vertikalnya, ke dalam sumur, nanti akan dikunci," katanya.

Emil pun mengaku siap memantau kembali ke lokasi kebocoran jika dirasa perlu.

"Bergerak sesuai kebutuhan. Nanti kalau perlu, bergerak lagi," katanya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT