14 August 2019, 11:53 WIB

Bank Mandiri Bantah Isu Kebangkrutan


Atalya Puspa | Ekonomi

 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
 Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta.

Bank Mandiri dengan tegas membantah isu yang beredar terkait serangan siber dan akan mengalami kebangkrutan.

Isu yang beredar melalui pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp tersebut menginformasikan bahwa bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil Tiogkok adalah tidak benar.

"Tindakan penyebaran isu itu merupakan upaya pendiskreditan dengan tujuan merusak kepercayaan masyarakat, baik kepada Bank Mandiri, perekonomian Indonesia serta pemerintah RI,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, di Jakarta, Rabu (14/8).

Rohan mengemukakan bahwa Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak pelaku penyebaran isu tersebut.

Bank Mandiri, lanjut Rohan, merupakan Bank milik pemerintah terbesar di Indonesia dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia.

“Dengan kondisi ini, tidak mungkin segala kejadian tidak dimonitor dan diawasi oleh kedua institusi tersebut. Kami melihat, informasi yang disebarkan melalui kanal media sosial tersebut seperti diskenariokan oleh pihak tertentu yang memiliki itikad tidak baik untuk mengganggu perekonomian dan pemerintah,” ujar Rohan.

Rohan juga menyatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong karena dapat melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (OL-09)

BERITA TERKAIT