14 August 2019, 10:00 WIB

Salah Hitung, Anggaran Penyelenggaraan Formula E Naik Rp20 Miliar


Nur Azizah | Olahraga

AFP/David Dee Delgado/Getty Images
 AFP/David Dee Delgado/Getty Images
Laga Formula E di New York

ANGGARAN penyelenggaraan ajang balap mobil Formula E bertambah menjadi Rp360 miliar. Dalam pembahasan sebelumnya, penyelenggaraan Formula E hanya dialokasikan sebesar Rp340 miliar.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengaku terdapat kesalahan dalam penghitungan biaya penyelenggaraan. Sebab, mata uang yang dikonversi ke dalam rupiah ialah pound sterling, bukan dolar Amerika Serikat (USD).

"Jadi anggaran untuk Formula E disetujui besarannya Rp360 miliar. Sudah disetujui bersama, tinggal diajukan ke paripurna pembahasan raperda anggarannya," kata Triwisaksana di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/8).

Triwisaksana berharap tidak ada halangan mengesahkan anggaran tersebut pekan depan. Dia berdoa ajang balap internasional ini memberikan dampak besar terhadap ekonomi Jakarta.

"Bisa menarik pengunjung untuk datang ke Jakarta dan ini mendapat feedback pendapatan bagi daerah," ucapnya.

Baca juga: DPRD DKI Setujui Anggaran Ajang Balap Formula E

Untuk menjadituan rumah Formula E, Pemprov DKI Jakarta harus menyediakan biaya sedikitnya US$24,1 juta atau sekitar 20 juta poundsterling. Bila dikonversi ke rupiah, Pemprov DKI harus merogoh kocek sebanyak Rp345,03 miliar.

"Semua penyelenggaraan, apakah MotoGP, F1, Piala Dunia, kalau ingin menjadi tuan rumah ada komitmen atau biaya yang harus dikeluarkan penyelenggara," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut Anies, aturan ini juga berlaku pada semua perhelatan internasional, seperti Asian Games 2018.

Saat menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di Asia itu, Indonesia wajib membayar pada Organisasi Olimpiade Asia.

"Justru itu dilakukan agar kita bisa merasakan manfaat ekonomi karena pembangunan dilakukan di sini. Paling banyak dihabiskan di Jakarta dan kita membutuhkan itu," ucap dia.

Mantan Mendikbud ini menjabarkan untuk ajang MotoGP setidaknya butuh biaya sekitar US$7 juta hingga US$9 juta. Lalu biaya penyelenggaraan Formula 1 sekitar US$29,4 juta dan termahal Piala Dunia sekitar US$11,6 miliar.

"Memang ada biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi kita tahu perekonomian, pertumbuhan perekonomian kita sedang turun. Kita perlu kegiatan yang menggerakkan perekonomian," tgas dia.

Kepastian Jakarta menggelar Formula E sempat diumumkan Anies bulan lalu. Hal itu ia sampaikan setelah menghadiri acara World Cities Summit di Medellin, Kolombia.

Formula E merupakan turnamen balapan terpopuler kedua setelah Formula 1. Bedanya, Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik dan diadakan di sirkuit jalan raya. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT