14 August 2019, 08:04 WIB

Amendemen Terbatas Dukung Kepemimpinan Visioner Jokowi


Siswantini Suryandari | Politik dan Hukum

MI/Arya Manggala
 MI/Arya Manggala
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

PDIP memandang amendemen terbatas justru mendukung kepemimpinan visioner Presiden Joko Widodo. Hal itu diungkapkan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya, Rabu (14/8) mengatakan Indonesia Raya dibangun dengan visioner.

"Kemerdekaan untuk menghapuskan berbagai belenggu penjajahan di seluruh bidang kehidupan, dan untuk membangun persaudaraan dunia ke dalam suatu tatanan dunia baru yang  bebas dari penindasan. Sehingga  tidak heran tahun 1955 Indonesia membuat geger dunia dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika sebagai cikal bakal Gerakan Non-Blok yang menjadi kekuatan poros ketiga. Poros cinta damai dan cinta kemerdekaan, dan disitulah kepemimpinan Indonesia yang visioner diwujudkan," kata Hasto.

Dalam konsepsi haluan negara pun, lebih dari 600 doktor di segala disiplin ilmu pada tahun 1960 sudah merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana.

"Namanya saja semesta, overall planning dalam seluruh bidang kehidupan. Apa yang diusulkan oleh PDIP berkaitan dengan amendemen terbatas adalah tanggung jawab masa depan, agar Indonesia memiliki direction yang memberikan arah dan kepastian bagi seluruh gerak pembangunan nasional," tegasnya.

Jadi amendemen tidak kembali ke masa lalu. Menurutnya amendemen terbatas menatap masa depan, agar Indonesia bisa bergerak maju, terencana, dan bisa menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa.

Atas dasar itulah, amendemen terbatas justru akan menjadi legacy bagi kepemimpinan Presiden Jokowi yang visioner.

"Pak Jokowi itu kader PDIP. Apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi justru akan menjadi dasar bagi rancangan Haluan Negara tersebut. Dengan demikian akan ada keberlangsungan terhadap konsepsi kepemimpinannya; terhadap posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kesemuanya diletakkan dalam cita-cita 50 hingga 100 tahun ke depan. Jadi akan ada direction terhadap penguasaan teknologi, pengembangan ilmu pengetahuan dasar, dan pengembangan SDM yang hebat dan mumpuni. Haluan negara memuat kebijakan pokok pembangunan dan jalan tranformasinya, agar Indonesia secepatnya maju dan kembali disegani karena kekuatan domestiknya yang berkontribusi dalam peradaban dunia,"

baca juga: Mantan Kepala Bais Sebut Enzo tidak Layak masuk Akmil

PDIP memandang haluan negara akan merubah cara pandang bangsa, menjadi outward looking. Hal tersebut akan mengikat seluruh lembaga tinggi negara, seluruh  pemerintahan dari pusat hingga daerah, untuk bergerak dalam satu irama yang sama untuk kemajuan Indonesia Raya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT