16 August 2019, 00:05 WIB

Ingin Terus Lahirkan Atlet Berbakat


Cahya Mulyana | HUT RI

Medcom.id/Kautsar Bobi
 Medcom.id/Kautsar Bobi
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto 

PENINGKATAN kualitas sumber daya manusia membutuhkan beberapa faktor pendukung. Salah satunya bisa melalui berolahraga. Untuk itu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selalu menggali bibit-bibit unggul untuk melahirkan altet berbakat.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan olahraga merupakan satu dari banyak instrumen pembangunan manusia Indonesia. Berolahraga tidak hanya akan meningkatkan kualitas masyarakat, juga mendatangkan banyak manfaat.

Selain kebugaran yang berbanding lurus dengan etos kerja, kata dia, olahraga jika digeluti dengan serius sejak usia dini bisa mendatangkan keuntungan finansial. Sementara dari sisi prestasi, dapat mengharumkan nama bangsa di kancah regional hingga dunia.

Indonesia sendiri saat ini sudah tidak diragukan lagi jika ditanya mengenai pembibitan. Nama Indonesia sudah diakui di Asia Tenggara dan bisa dilihat bagaimana ketika atlet-atlet Merah Putih tampil di Asian School Games di Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Mereka berhasil membuat Indonesia menjadi juara umum. Sekarang, tinggal memastikan mereka nantinya setelah jadi atlet senior, tidak tergerus kemampuan seperti banyak contoh yang terjadi seperti yang terjadi di sepak bola. "Kondisi itu karena sistem pembinaan, sebab ada yang terus sukses juga tidak," terangnya.

Saat ini, Indonesia akan melakoni SEA Games 2019 yang akan diselenggarakan di Filipina pada akhir November mendatang. Lewat ajang tersebut, para atlet Indonesia bisa mendapatkan pengalaman tambahan setelah melakoni Asian Games yang digelar di Tanah Air pada tahun lalu.

Di SEA Games, kata Gatot, pihaknya tidak menargetkan raihan medali karena medannya berbeda. Belum lagi cabang olahraga yang dipertandingkan tergantung keinginan tuan rumah.

“SEA Games bukan target kami. Target kami sudah lebih tinggi. Pada saat Asian Games kemarin kita mendapat peringkat keempat, bukan berarti pada SEA Games ini Indonesia bisa menjadi juara umum, dikarenakan memang ada beberapa cabor yang dihilangkan dengan desain yang menguntungkan tuan rumah,” ujar Gatot kepada Media Indonesia, Sabtu (10/8).

Dari segi persiapan para atlet dalam menghadapi SEA Games, Gatot menyatakan semuanya berlangsung dengan baik. Semua atlet baik junior dan senior akan diturunkan. "SEA Games dapat menjadi tolak ukur atlet junor. Jadi di SEA Games lah saatnya atlet junior berkiprah dan bisa mematangkan kemampuan dan menambah pengalaman mereka," katanya.

Walau demikian, bukan berarti persiapan menuju SEA Games tanpa kendala. Dalam dunia olahraga, kata Gatot, salah satu hambatan yang sering dijumpai adalah keterbatasan. Namun, hal itu seharusnya tidak menjadi persoalan yang menghambat regenerasi dan peningkatan kualitas atlet. Pasalnya dari perhelatan Asian Games tahun lalu, telah diwariskan sejumlah arena dan berbagai peralatan penunjang yang bisa dimanfaatkan untuk berlatih.

Ke depannya, diharapkan dunia olahraga nasional tidak hanya mengandalkan anggaran negara. "Cari pendanaan lain. Pengurus (induk cabang olahraga) harus berkorban mencari sumber-sumber pendanaan yang halal," kata Gatot.

Terkait pendanaan untuk SEA Games, Gatot mengatakan induk cabang olahraga yang belum menerima dana persiapan menuju ajang itu adalah mereka yang meminta lebih tinggi dari yang sudah dijatahkan pemerintah. Tapi permasalahan itu menurutnya bisa segera dituntaskan.

"Dana untuk SEA Games itu hampir Rp300 miliar. Itu di luar bonus. Setelah perhelatan itu kita harapkan mereka siap untuk menghadapi Olimpiade dan Paralimpic 2020, serta Asian Games 2022," terang Gatot yang juga mengatakan bahwa saat ini belum diputuskan siapa yang akan menjadi Komandan Kontinten Tim Indonesia di SEA Games.

Industri 4.0

Namun, di luar olahraga, kemampuan lain juga bisa dikembangkan guna melahirkan SDM yang berkualitas. Khususnya kepada pemuda, Kemenpora juga kini gencar mendorong mereka agar bisa adaptif dengan era industri 4.0.

Gatot mengatakan pihaknya selalu mendorong pemuda agar memiliki kemampuan, berkreasi dan berinovasi dengan langkah yang komprehensif. Sisanya kemampuan menguasai alat yang dipakai.

"Kami melakukam edukasi, konseling, dan memberikan kesempatan. Walaupun anggaran kami terbatas, namun yang jelas itu sudah kami lakukan. Kami juga membuka diri untuk kementerian dan lembaga juga pihak lain untuk bersama-sama membangun pemuda kita lebih berkualitas," paparnya.

Gatot mengatakan era 4.0, membuka informasi dari seluruh dunia dan dapat menggerus identitas bangsa. Maka ia menekankan supaya pemuda bisa memilih teknologi dan informasi yang ada dengan kearifan lokal mereka dan karakter bangsa Indonesia.

"Kami mengajak diri kami dan stakeholder lain bersama-sama secara bersinergi meningkatkan kualitas pemuda. Biarkan kami memimpin, namun juga tidak keberatan ada pihak lain yang lebih untuk maju ke depan dalam meningkatkan kompetensi pemuda untuk meningkatkan kualitas mereka," pungkasnya. (R-3)

BERITA TERKAIT