14 August 2019, 08:00 WIB

Jumlah Titik Api Mulai Menurun


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA FOTO/Rony Muharrman
 ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tiga kanan), Menteri LHK Siti Nurbaya (tiga kiri) .

POLRI menyebutkan jumlah titik panas api terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menurun. Kemarin, jumlah titik api di enam wilayah sebanyak 856 atau berkurang cukup drastis jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang mencapai 1.460 titik.

Enam wilayah di Tanah Air yang menjadi perhatian karena kasus karhutla tersebut ialah Kalimantan Tengah, Ka-limantan Barat, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, kemarin, penurunan jumlah titik api patut disyukuri, tetapi pantang membuat lengah. Titik api sewaktu-waktu bisa bertambah lagi jika upaya pemadaman dan pencegahan tidak terus dilakukan. Dedi menjelaskan, di wilayah Sumatra, titik api paling banyak berada di Riau. Di Kalimantan, titik api terbanyak di Kalbar.

Untuk terus memadamkan titik-titik api yang tersisa, Polri dan TNI pun sudah membentuk enam tim khusus.

"Kapolri sudah membentuk tim yang bertugas untuk memantau wilayah itu. Kami akan terus bekerja memadamkan api di sana," ujar Dedi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga terjun langsung untuk memantau upaya pemadaman. Dia bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mendatangi lokasi karhutla di Riau. Tito menegaskan kapolda di enam wilayah yang dilanda karhutla telah melakukan mitigasi. Dia mengatakan, apabila tim yang dibentuk tak dapat menanggulangi, penanganan karhutla akan dilakukan Mabes Polri.

"Polda di-back up oleh Mabes Polri. Kalau kita lihat polda bisa mengembangkan dan bekerjanya efektif, dari Mabes Polri hanya memberikan asistensi. Kalau tidak efektif, akan kita tarik ke Mabes Polri," ucap Tito.

Keterbatasan
Upaya pemadaman karhutla tidaklah gampang karena dihadapkan pada sejumlah keterbatasan, mulai peralatan, akses ke lokasi, hingga sulitnya sumber air. Kendala-kendala itulah yang antara lain dihadapi tim dalam upaya menjinakkan api di Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir, Sumatar Selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Daerah Sumsel Iriansyah mencatat sudah ada 583 hektare lahan terbakar di wilayahnya sejak awal tahun ini. Menurutnya, upaya pemadaman tak bisa dilakukan dengan cepat. "Lokasinya sulit dicapai lewat jalur darat, sumber air juga berkurang karena musim kemarau, ditambah lagi lahan gambut sekarang sudah kering." (Tim/X-8)

BERITA TERKAIT