13 August 2019, 23:24 WIB

Mantan Kepala Bais Sebut Enzo tidak Layak masuk Akmil


Antara | Politik dan Hukum

MI/ Rommy Pujianto
 MI/ Rommy Pujianto
Soleman B Ponto

MANTAN Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Laksda TNI Purn Soleman B Ponto mengingatkan TNI AD menyadari risiko atas keputusannya mempertahankan Enzo Allie sebagai taruna di Akademi Militer.

Pasalnya, jelas Soleman, jika menggunakan standar penerimaan taruna militer, Enzo dinilai tidak layak.

"Yang paling berat adalah tidak memenuhi syarat, hanya karena apa? Keterpengaruhan. Nah, mau lihat dari mana seseorang terpengaruh. Untuk masuk kan ada standart operating procedure, untuk alat tes, khususnya tes untuk mental ideologi," katanya saat dihubungi, Selasa (13/8).

Keterpengaruhan seseorang dengan sesuatu, apakah paham kiri, kanan, dan sebagainya, kata dia, bisa dilihat, antara lain cara berpakaian, memakai topi, dan sebagainya.

Menurut Soleman, jika didasarkan pada foto Enzo ketika memegang bendera yang identik dengan HTI, semestinya TNI langsung memberhentikannya sejak awal masuk Akmil. Sebab, syarat utama seseorang dapat lolos ke pendidikan Akmil ialah bebas dari pengaruh ideologi di luar Pancasila.

"Untuk kasus Enzo, bagaimana keluarganya di rumah, dengan gambar-gambar, saya gunakan gambar yang di medsos, ya. Bagaimana menggunakan hiking dengan bendera. Bagi saya itu bentuk keterpengaruhan. Dia tidak boleh ada pengaruh ketika tes, apalagi tes awal. Betul-betul harus murni dia. Kalau ada pengaruh, ya sudah tidak lulus," tandasnya.

Baca juga: Pengamat: Menghidupkan GBHN Versi Lama Bagai Berjalan Mundur

Apalagi, kata Soleman, penelitian khusus (litsus) mental ideologi itu sudah bertahun-tahun digunakan dalam rekrutmen TNI, apalagi taruna yang menerapkan zero tolerance.

"Jadi, orang itu betul-betul tidak ada pengaruh ketika dites. Ketika itu ada pengaruh, ya terserah pengambil keputusan. Dia sudah mengambil, ya terserah, dengan segala macam risikonya," kata Soleman.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan, TNI AD memutuskan untuk mempertahankan Taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Indonesia-Prancis itu.

Jenderal Andika menyebutkan pihaknya sudah melakukan pengukuran terkait indeks moderasi bernegara Enzo. Hasilnya, Enzo memiliki indeks moderasi bernegara yang cukup baik. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT