13 August 2019, 22:20 WIB

Ditarget Maksimal di SEA Games


Despian Nurhidayat  | Olahraga

ANTARA FOTO/INASGOC/Agung Supriyanto
 ANTARA FOTO/INASGOC/Agung Supriyanto
 Pemain voli Indonesia Yuda Mardiansyah melancarkan smash dalam pertandingan klasifikasi voli putra Asian Games 2018

TIM nasional voli putra Indonesia ditarget tinggi di SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina akhir tahun ini. Mereka diminta menyumbangkan medali emas dari ajang dua tahunan tersebut. Sementara untuk tim voli putri, hanya dipatok medali perak.

Menurut Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo, alasan tim putri tidak dipatok target maksimal, ialah karena Indonesia hanya mendapat podium kedua dari kategori putri di SEA Games 2017.

“Sehingga kita tingkatkan prestasi pada ajang mendatang,” kata Imam dalam acara peresmian 36 atlet tim nasional voli Indonesia di Padepokan Voli, Sentul, Jawa Barat, kemarin. Tim putra terdiri dari 18 atlet dan jumlah yang sama di tim putri.

Sementara itu, untuk voli pantai, Imam mengatakan target yang diberikan untuk atlet-atletnya yang turun di disiplin tersebut ialah medali emas baik untuk tim putra dan putri.

Imam optimistis tim voli pantai Indonesia bisa berbicara banyak di SEA Games nanti. Dasarnya, ialah pencapaian terbaik tim voli pantai putra yang meraih medali emas dan tim voli pantai putri menyabet medali perak di Asia Pasific Championship (APC) Beach Volley 2019 yang berlangsung di Taiwan, pada pekan kemarin. 

“Ini luar biasa, di tingkat Asia Pasifik memperoleh medali emas dan medali perak. Insya Allah pada SEA Games akan datang dua medali itu akan kita raih,” katanya.

Sementara itu, untuk agenda latihan bulan ini merupakan saatnya tim voli putri berangkat ke Korea Selatan untuk menjalani laga uji coba di turnamen voli tingkat Asia. Pada September, giliran tim voli putra yang diuji di Iran.

Menurut Imam, walau hanya ke satu negara untuk setiap tim, dia merasa itu sudah cukup untuk mempersiapkan seluruh atlet. Namun, khusus untuk tim putri, ada uji coba tambahan di Thailand dan diikuti juga oleh Filipina dan Vietnam.

“Mudah-mudahan dengan kesiapan yang matang ini, dengan pelatih yang dipersiapkan pelatih voli putra dari Tiongkok mudah-mudahan target kita akan tercapai di SEA Games mendatang,” ujar Imam.

Tantangan ganda putra
Dari cabang olahraga bulu tangkis, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengaku yakin bisa memenuhi permintaan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang menginginkan adanya medali emas dari sektor ganda putra di ajang Kejuaraan Dunia 2019 yang akan digelar di Swiss mulai Senin (19/8). 

Namun, peluang untuk mengirimkan seluruh anak asuhnya ke partai final cukup kecil lantaran sebagian besar ganda putra Indonesia berada di dalam grup yang sama.

“Seperti biasa, ganda putra yang akan diperkuat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dkk selalu ditargetkan juara. Buat saya itu tantangan, tapi pemain jangan dijadikan beban. 

Hasil undian menutup kemungkinan ada All Indonesian Final seperti di Indonesia Terbuka dan Jepang Terbuka. Karena ada tiga pasangan kumpul di grup atas. Tapi, pemain Jepang dan Tiongkok bernasib sama, mereka kumpul di grup bawah,” kata Herry. (Ant/R-3)

BERITA TERKAIT