13 August 2019, 19:33 WIB

Serunya Para Pekerja Jakarta Ikut #SelasaBerkebaya


Tosiani | Weekend

Dok. Prihandhini
 Dok. Prihandhini
Gerakan #SelasaBerkebaya mulai mendapat momentum popularitas seiring atmosfer HUT RI di bulan Agustus ini. 

GERAKAN Selasa Berkebaya yang dimulai sejak Juni lalu tampak kian banyak diikuti oleh kaum urban Jakarta di bulan Kemerdekaan ini. Di media sosial, tidak sedikit pekerja kantoran yang mengunggah foto-foto berkebaya bersama rekan-rekan mereka.

Salah satunya dilakoni Arlies Chrismasanti, karyawati PT. Pesona Sentra Utama di Warung Buncit. Di akun Facebooknya, ia mengunggah foto mengenakan kebaya encim putih bercorak bunga merah muda yang dipadankan dengan kain panjang senada.

Uniknya, di kantor tersebut tampak bukan hanya karyawati yang mengikuti gerakan menggunakan busana adati ini. Beberapa pekerja pria juga mengenakan pakaian daerah, bahkan ada yang mengenakan kostum tokoh pewayangan yang identik dengan Gatot Kaca.

"Itu yang pakai kostum wayang dia driver, tapi kalau pas nyupir dicopot. Aku juga berangkat dari rumah pakai baju biasa, di kantor baru ganti soalnya pakai kendaraan umum rada repot," tutur Arlies yang berdomisili di Tangerang Selatan. Ia mengatakan jika kegiatan berkostum itu dirasa seru dan para rekan sekerjanya pun antusias berbusana daerah, khususnya kebaya.

Meski begitu Arlies yang menggunakan tagar #SelasaBerkebaya diunggahannya mengaku tidak begitu mengetahui mengenai gerakan Selasa Berkebaya yang sudah ada sejak Juni. Ia hanya berpartisipasi mengikuti kegiatan yang digelar kantornya yang bergerak di bidang pelayaran itu.

"Jadi selama Agustus ini tiap selasa. Menyambut 17-an. Nanti ada pemilihan best costume. Seru sih, teman-teman aku juga pada niat (berkebaya)," tambahnya.

Suasana seru berkebaya juga terlihat diunggahan Prihandhini, Managing Editor Womantalk di Jakarta. Ia bersama rekan-rekannya mengenakan kebaya beraneka warna.

"Terinspirasi gerakan yang Juni itu tapi baru direalisasikan sekarang sekalian Agustusan. Rencananya sih pakai kebaya tiap Selasa di awal bulan," jelasnya seraya menambahkan jika gerakan itu juga dilakukan di keseluruhan unit bisnis GVM Networks.


Sampai Washington

Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya, Rahmi Hidayati, mengaku senang lantaran gerakan Selasa Berkebaya belakangan makin meluas, populer, dan diikuti banyak kalangan. Komunitasnya merupakan salah satu pendeklarasi gerakan Selasa Berkebaya yang dimulai pertengahan Juni 2019.

Kepada Media Indonesia, Selasa (13/8), Rahmi menjelaskan jika gerakan itu juga sudah meluas ke Malaysia, Hongkong, hingga Washington DC, AS.

"Kami mengajak perempuan Indonesia, ayo mengenakan kebaya. Kalau mengenakan kebaya tiap hari mungkin tidak bisa, jadi kita coba sepekan sekali di hari Selasa, nanti lama-lama terbiasa dipakai sehari-hari," katanya.

Selama ini Komunitas Perempuan Berkebaya memang anggotanya cenderung cair dan tidak mengikat. Akan tetapi jika mereka menyelenggarakan acara berkebaya, yang datang selalu lebih dari jumlah undangan. Pernah mereka mengundang 1000 wanita berkebaya, yang datang lebih dari 1000 orang. Pernah juga menyebar 5000 undangan, yang datang malah 17 ribu wanita.

"Kalau untuk hari ini, Selasa (13/8) kami hanya bikin acara berkebaya lalu berfoto-foto di Museum Fatahilah saja,"ujar Rahmi.

Rahmi berharap kaum ibu mengenakan kebaya, sehingga akan dilihat dan dicontoh oleh anak-anaknya. Dengan demikian nantinya generasi muda akan mengenal, lalu mencintai kebaya. Selanjutnya kaum muda pun ikut dan terbiasa mengenakan kebaya. (M-1)

BERITA TERKAIT