13 August 2019, 19:35 WIB

BMKG Gelar Workshop Peningkatan Prediksi Iklim Musiman


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat menjadi narasumber di workshop bekerja sama NOAA di Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/8).

DALAM rangka mencapai target untuk menjadi institusi berkelas dunia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) senantiasa mengadakan kerja sama dengan institusi internasional untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika.

Pada tahun ini, BMKG bersama National Oceanic and Atospheric Administration/Administrasi Nasional Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) kembali mengadakan  workshop dengan tema 'Peningkatan Prediksi Iklim Musiman untuk Kesejahteraan Nasional' yang diselenggarakan di Hotel 101 Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/8).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan tujuan diadakannya workshop tersebut untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam membuat prakiraan iklim musiman berbasis dampak (impact-based seasonal climate forecast).

"Kegiatan tersebut bertujuan untuk menunjang program pemerintah di berbagai sektor dalam mencapai kesejahteraan nasional. Lalu, dalam workshop ini kami ingin mendemonstrasikan peran penting dari berbagai program riset dan observasi di Benua Maritim seperti InaPRIMA (program pengamatan laut dan atmosfer melalui Buoy), Year of Maritime Continent (YMC/ Riset Benua Maritim) dan Indonesian Trough Flow (ITF/ Pengamatan Arus Laut Lintas Indonesia), dalam upaya untuk memahami sepenuhnya interaksi atmosfer-laut-atmosfer di atas Benua Maritim," ujar Dwi Korita.

Selain itu, worskhop tersebut juga menjelaskan tentang mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pengetahuan praktis sebagai bagian dari pengembangan Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS).


Baca juga: Sudah Lebih dari Rp50 Miliar Anggaran Karhutla


Dwikorita menambahkan, workshop ini diikuti 44 orang peserta di antaranya forecaster dari Stasiun Klimatologi dan Meteorologi Maritim dari berbagai daerah di Indonesia, Puslitbang BMKG, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG), dan analis/peneliti dari instansi lain yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BNPB, serta LIPI.

Selanjutnya, Dwikorita berharap kerja sama dengan NOAA dapat mewujudkan riset-riset dan observasi bersama seperti program workshop dan kegiatan lainnya terkait MKG.

"Ke depannya saya berharap selain peneliti BMKG dan NOAA kita juga ingin melibatkan peneliti dari LIPI, ITB, dan IPB untuk melakukan pelayaran ke Samudra Hindia untuk melakukan pengukuran variabel laut hingga kedalaman 5.000 meter sambil melakukan perawatan buoy," harapnya.

Dengan demikian, hasil pengukuran tersebut nantinya dianalisis bersama dan disajikan dalam tulisan ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar-seminar internasional dan datanya digunakan untuk keperluan operasional.

Pada acara tersebut, selain Dwikorita, narasumber ahli yang hadur di antaranya Sidney Thurston dari NOAA, Joshua Lustig; Science and Technology Officer Kedutaan Besar AS, Michael Mc Phaden dari Pasific Marine and Environmental Laboratory/Laboratorium Lingkungan Kelautan Pasifik (PMEL) AS, Joseph R Donovan, Dubes AS untuk Indonesia. (RO/OL-1)

 

BERITA TERKAIT