13 August 2019, 19:09 WIB

JK Nilai Usulan Penambahan 10 Pimpinan MPR Berlebihan


Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum

Media Indonesia
 Media Indonesia
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

WAKIL Presiden, Jusuf Kalla, menilai wacana menambahkan jumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hingga 10 pimpinan sebagai sesuatu yang berlebihan. Kalla menilai jumlah pimpinan MPR tidak perlu sebanyak itu jika melihat tugas dan kewajibannya.

"Pimpinan MPR hingga 10 itu berlebihan menurut saya, kan tugas MPR tidak banyak," terang Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (13/8).

Baca juga: Wapres Nilai Amandemen UUD 1945 Berisiko

Kalla pun menjelaskan jika memang nantinya pimpinan MPR menjadi 10 orang, menurutnya yang terjadi justru tidak akan efisien dalam melakukan kegiatan. Bahkan, dengan 10 orang pimpinan tentu rapatya akan lama. Selain itu, kata dia, jika pimpinan MPR hingga 10 orang, artinya semua partai menginginkan ada perwakilan ketuanya.

"Ya, kita berfikirlah, bukan hanya soal efisiensi bagaimana pengambilan keputusan, tetapi juga pembagian tugasnya kalau 10 orang. Apalagi MPR kan tidak selalu bersidang. Dulu itu cuma 3 orang, masa jadi 10 orang," tutur Jusuf Kalla.

Oleh sebab itu, Kalla menilai, sebaiknya pimpinan MPR tidak banyak jumlahnya karena tugas yang dikerjakan tidak banyak saat ini. Kalla menyebutkan, MPR yang saat ini posisinya bukan lembaga tertinggi negara lagi tetapi sudah setara MPR, sehingga tidak perlu sampai 10 orang untuk pimpinannya.

Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan agar pimpinan MPR menjadi 10 orang sebagai respons untuk meredakan perdebatan terkait perebutan kursi MPR. Hal ini menyusul pernyataan PDIP yang membuka peluang membuat paket pimpinan MPR bersama eks partai koalisi Prabowo Subianto dengan syarat mendukung amandemen terbatas UUD 1945. (OL-6)

BERITA TERKAIT