13 August 2019, 18:55 WIB

Otoritas Malaysia Temukan Jasad Remaja Keturunan Prancis-Irlandia


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

AFP
 AFP
dari gambar terbaru yang dirilis oleh keluarga Quoirin pada 5 Agustus 2019 menunjukkan Nora Quoirin, remaja Irlandia Irlandia berusia 15 thn

OTORITAS Malaysia menemukan jasad seorang remaja Prancis-Irlandia yang sebelumnya dilaporkan hilang. Remaja perempuan dinyatakan hilang dari sebuah tempat peristirahan di hutan hujan.

Nora Quoirin, remaja berusia 15 tahun, menghilang pada 4 Agustus. Tepatnya, setelah mengecek tempat peristirahatan bersama keluarganya yang berbasis di London.

Keluarga Nora menduga putrinya diculik. Namun, kepolisian Malaysia menggolongkannya sebagai kasus orang hilang. Lebih dari 350 orang dikerahkan untuk melakukan pencarian di hutan lebat dekat Dusun Resort, yang berlokasi tak jauh dari Kuala Lumpur. Proses pencarian didukung helikopter, pesawat tanpa awak (drone), anjing pelacak dan sejumlah penyelam.

Beberapa dukun bahkan melakukan ritual, sebagai upaya pencarian. Penyelidikan turut dibantu kepolisian dari Inggris, Irlandia, dan Prancis. Kepala kepolisian Negeri Sembilan, Mohamad Mat Yusop, mengungkapkan, jasad perempuan berkulit putih ditemukan jelang pukul 14.00 waktu setempat (06.00 GMT). Setelah pihak berwenang mendapat laporan dari seorang warga.

"Jasad seorang perempuan ditemukan 2 kilometer (km) dari Dusun Resort. Kondisi jasadnya masih utuh," jelas Mohamad.

Kendati demikian, lanjut dia, jasad tersebut belum diidentifikasi.

Lucie Blackman Trust, sebuah badan amal Inggris yang mendukung keluarga korban, menyatakan keprihatinan atas nasib yang menimpa sang remaja. Begitu kabar penemuan jasad mengemuka, sejumlah mobil kepolisian meluncur ke area perkebunan kelapa sawit. Barikade dipasang di sekitar lokasi kejadian.


Baca juga: Woodstock, Puncak Mimpi Kaum Hippie


Sebelumnya, keluarga Nora mengumumkan sayembara pencarian dengan hadiah 50.000 Ringgit atau setara US$11.900, yang disumbangkan sebuah perusahaan dari Belfast.

"Nora adalah anak pertama kami. Kondisinya sudah rentan sejak lahir," bunyi pernyataan keluarga.

"Dia sangat berharga. Hati kami sungguh hancur. Kami memohon kepada siapapun yang memiliki informasi terkait Nora, untuk membantu proses pencarian," lanjut keterangan tersebut.

Pada suatu momen, ibu Nora, Meabh, berusaha menahan tangis ketika mengutarakan pernyataan emosional. Dia berterima kasih kepada tim pencarian. Suaminya yang berkewarganegaraan Prancis, Sebastian, berdiri di samping Meabh.

Tempat peristirahatan seluas 5 hektare berlokasi dekat hutan hujan lebat di perbukitan. Keluarganya menyebut sangat tidak mungkin remaja pendiam itu berkeliaran sendirian.

Nora mengalami holoprosencephaly, yang artinya dia memiliki otak lebih kecil dari ukuran normal. Komunikasi verbalnya pun terbatas, serta tidak bisa menulis banyak kata. Nora mengikuti sekolah khusus untuk remaja yang kesulitan belajar dan berkomunikasi.

Meski otoritas berwenang menggolongkan Nora sebagai kasus orang hilang, namun kepolisian tidak menyampingkan kemungkinan lain. Apalagi sebuah jendela pondok tempat keluarga Nora menginap dilaporkan terbuka.

Pihak kepolisian telah menanyai sejumlah orang, dan memeriksa sidik jari yang ditemukan di jendela. Beberapa penduduk desa mengaku sempat mendengar suara truk ketika remaja itu dinyatakan hilang.(AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT