13 August 2019, 16:54 WIB

Kembali Muncul Lima Titik Api di Areal Gunung Sumbing


Lina Herlina | Nusantara

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
 ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Asap mengepul dari kebakaran hutan Gunung Sumbing terlihat dari Kledung, Temanggung, Jawa Tengah.

Upaya pemadam api pada lahan yang terbkar di Gunung Sumbing, Magelang, Jawa Tengah,  terus dilakukan. Tapi ternyata, Selasa (13/8), kebakaran kembali terjadi di lima titik dan terlihat pada pukul 05.30 Wita.

Hal itu diungkapkan Koordinator Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS), Lilik Setyawan. Menurut Lilik, dari informasi yang diterima, titik kebakaran adalah sabana kering rumput dan alang-alang. Titik kebakaran mulai mendekati hutan lindung wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Untuk mengantisipasi titik api meluas, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, jika pihaknya telah mengirim tim ke lokasi kebakaran hutan di wilayah Gunung Sumbing.

"Sampai saat ini, belum diketahui apa penyebab kebakaran lahan di sana. Yang pasti kita tetap dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di sana memastikan kondisi terakhir seperti apa," jelas Edy.

Ia juga mengaku, hingga saat ini belum tahu luas areal yang terbakar di sana.

"Yang pasti, kita fokus upaya penanganan kebakaran dan evakuasi jika masih ada pendaki di sana," sambung Edy.

Sementara itu, Lilik menambahkan, agar kebakaran lahan tidak meluas, warga dan relawan disiagakan.

"Mereka langsung bergerak ke lokasi titik api. Untuk pemadaman, relawan basecamp dan Banser sudah saya siagakan. Jumlahnya sekitar 50 personil," tambah Lilik.

Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing, diketahui terjadi sejak, Minggu (11/8). Saat itu titik api pertama kali berada di wilayah Kabupaten Wonosobo, tepatnya hutan petak 28 RPH Keleseman BKPH Wonosobo, KPH Kedua Utara, masuk Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran.

Tapi dari informasi, kebakaran itu kemudian merambat ke wilayah Kabupaten Magelang, padahal sudah sempat berhasil dipadamkan bersama puluhan pendaki yang berhasil dievakyasi. (OL-09)

BERITA TERKAIT