13 August 2019, 16:52 WIB

Perpres Mobil Listrik Atur TKDN hingga Insentif


 Atalya Puspa | Ekonomi

ANTARA/AHMAD SUBAIDI
 ANTARA/AHMAD SUBAIDI
Ilustrasi -- mobil listrik 

PERATURAN Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai telah diluncurkan. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menuturkan sejumlah dalam Perpres tersebut mengatur mulai dari Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan bermotor listrik (KBL) mobil atau Battery Electric Vehicle (BEV) hingga insentif.

"Iya, Perpres mengatur TKDN itu sudah diatur. Di dalamnya juga termasuk pembagian tugas di kementrian termasuk infrastrukturnya," kata Airlangga di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Dirinya menuturkan, dalam TKDN tersebut produsen lokal harus menggunakan minimal sebanyak 35% komponen lokal dalam produksinya dan diharapkan bertumbuh ke depannya.

"Produksi awal wajib memenuhi TKDN minimum 35%. Angka ini berlaku sampai 2023," ucapnya.

Baca juga: Anies Temui Jokowi Bahas Mobil Listrik dan Formula E

Di samping itu, Airlangga menyatakan, Perpres teresebut juga berisi aturan insentif fiskal dari revisi Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2013 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"Ini tentunya menjadi peluang baru bagi industri komponen dalam negeri untuk memulai R&D komponen pendukung kendaraan bermotor listrik," ujarnya. (A-4)
 

BERITA TERKAIT