13 August 2019, 18:00 WIB

BPIP: Indonesia Bukan Negara Agama


M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum

MI/ MOHAMAD IRFAN
 MI/ MOHAMAD IRFAN
PELAKSANA tugas (Plt) Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono

PELAKSANA tugas (Plt) Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono, menegaskan Indonesia bukan lah negara agama, sehingga tidak tepat bila meletakkan syariat Islam sebagai padanan hidup bangsa.

"Kalau kami melihat seyogyanya itu tidak diletakkan di tatanan ketatanegaraan kita, karena negara kita bukan negara agama. Kita kan Pancasila," kata Hariyono di gedung BPIP, Jakarta, Senin (13/8).

Baca juga: Polisi Tangkap Penipu Janji Loloskan CPNS Setelah 8 Tahun Beraksi

Menurutnya, istilah NKRI Syariat tidak tepat lantaran Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan tidak semua warganya menganut ajaran Islam.

"Kalau nanti dikaitkan dengan Islam, nanti mereka yang Hindu akan mencari padanan atau diksi yang Hindu, Katolik pun akan begitu, sehingga akhirnya kita berebut untuk mengisi Pancasila dengan definisi yang beragam," jelas dia.

Padahal, lanjutnya, para pendiri bangsa menyatakan kita bukan negara agama, tapi juga bukan negara yang sekuler ataupun anti agama. Tapi Indonesia ialah negara yang berketuhanan, yang pada prinsipnya mengadopsi sifat ketuhanan itu sendiri.

"Yang menarik, kata Bung Hatta, sila ketuhanan itu mencerminkan kebenaran, sehingga orang tidak boleh bicara yang tidak benar dan untuk benar dia harus mengedepankan kejujuran. Jadi sila ketuhanan itu adalah kata sifat, yaitu sifat-sifatnya Tuhan, damai. Jadi kalau ada yang jauh dari sifat ketuhanan, itu perlu dipertanyakan. Kita harus tegaskan negara kita adalah negara Pancasila," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT