13 August 2019, 17:30 WIB

Korban Tewas Topan Lekima Mencapai 49 Orang


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

 (Photo by STR / AFP) / China OUT)
  (Photo by STR / AFP) / China OUT)
Topan Lekima 

JUMLAH korban tewas akibat Topan Lekima mencapai 49 orang pada Selasa (13/8). Sekitar 21 orang masih dinyatakan hilang, pasca terjangan badai raksasai di wilayah pesisir timur Tiongkok.

Terjangan topan yang disertai angin kencang dan hujan lebat, menyebabkan kerusakan signifikan. Topan Lekima menghantam tiga provinsi di Tiongkok, yakni Zhejiang, Shandong dan Anhui, sepanjang akhir pekan. Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi.

Baca juga: Carrie Lam Hampir Menangis Saat Dicecar Wartawan

Pada Senin malam waktu setempat, kantor berita Xinhua melaporkan sedikitnya 49 orang tewas, dan belasan orang belum ditemukan. Rekaman video yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, CCTV, menunjukkan lahan pertanian dan ruas jalan yang terendam banjir. Selain itu, banyak puing bangunan dan batang pohon berserakan. Kondisi itu merupakan dampak angin kencang dan hujan lebat, yang mengguyur sejumlah kota di sepanjang pesisir.

Lekima menghantam Provinsi Zhejiang pada Sabtu kemarin. Wilayah itu mengalami kerusakan terparah, setelah terjangan badai dengan kecepatan angin hampir 190 kilometer (km) per jam. Dahsyatnya angin topan turut membawa ombak setinggi beberapa meter.

Masih dari laporan Xinhua, curah hujan di Provinsi Shandong sepanjang akhir pekan, menjadi yang terbesar sejak 1952. Otoritas setempat mengklaim bencana alam menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 26 miliar yuan atau setara US$ 3,7 miliar.

Petugas penyelamat terpantau menggunakan perahu dan penarik tambang untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Ribuan jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan, berikut rute perjalanan kereta juga terdampak bencana topan. Otoritas Beijing, Shanghai dan kota-kota besar lainnya harus mengandangkan sejumlah pesawat. Ratusan lokasi wisata di sepanjang pantai, termasuk Disneyland Shanghai, tidak beroperasi sementara waktu. (AFP/OL-6)

BERITA TERKAIT