13 August 2019, 16:21 WIB

Titik Panas Kebakaran Kawasan Hutan dan Lahan Mulai Berkurang


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Helikopter Dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir, Sumatra Selatan. 

Polri menyebutkan jumlah titik panas api terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mulai menurun. Sebanyak 604 titik panas karhutla mulai berkurang. Pada Senin (12/8), jumlah titik api karhutla yang berada di enam wilayah mencapai 1.460 titik. Namun, Selasa (13/8) menjadi mencapai 856 titik.

Enam wilayah tersebut ialah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan.

"Kemarin terpantau ada 1.460 titik yang diduga jadi titik panas api. Namun, hari ini sudah menurun jadi 856 titik yang tersebar di beberapa wilayah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Humas Polri, Selasa (13/8).

Lebih rinci, Dedi menjelaskan di wilayah Sumatera titik panas api paling banyak berada di wilayah Riau. Sedangkan di Kalimantan, titik panas api lebih dominan berada di Kalimantan Barat.

Untuk mengurangi titik panas yang tersisa Polri dan TNI sudah membentuk enam tim khusus yang ditugaskan untuk memantau dan memadamkan api di enam wilayah itu.

"Kapolri sudah membentuk tim yang bertugas untuk memantau wilayah itu. Kami akan terus bekerja memadamkan api di sana," cetus Dedi.

Sementara itu di Riau, Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPB Doni Monardo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sitti Nurbaya memantau karhutla di Riau.

Dalam aksi turun langsung ke wilayah Kabupaten Pelawan, Riau, Tito menegaskan Kapolda di enam wilayah tersebut telah melakukan mitigasi.

Tito menuturkan, apabila tim yang telah dibentuk tidak dapat menanggulangi, maka penanganan akan dilakukan oleh Mabes Polri. Namun Tito masih akan melihat kerja keenam tim tersebut.

“Polda diback up oleh Mabes Polri kalau kita lihat Polda bisa mengembangkannya dan bekerjanya efektif maka dari Mabes Polri hanya memberikan asistensi tapi kalau tidak efektif akan kita tarik ke Mabes Polri,” ujar Tito melalui keterangan resminya. (OL-09)

BERITA TERKAIT