13 August 2019, 17:00 WIB

Siswi SMA Penemu Obat Kanker Raih Penghargaan Ikon Pancasila


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

  MI/Sriyanti
  MI/Sriyanti
Foto siswa penemu obat penyembuh kanker: 

DUA siswa SMAN 2 Palangkaraya, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri yang meraih juara dunia atas temuan obat kanker mujarab akan mendapatkan penghargaan 'Apresiasi Pancasila' pada bidang sains dan inovasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Kami berasumsi orang pancasilais tidak hanya dapat menjaga kerukunan, tapi juga berprestasi. Sesuai dengan visi misi kebangsaan kita, kita tidak bisa makmur kalau tidak bisa iptek. Iptek pun akan hancur kalau kita tidak bisa bersatu," ujar Pelaksana tugas (Plt) Ketua BPIP, Hariyono, dalam konferensi pers di Gedung BPIP, Selasa (13/8).

Baca juga: BPIP akan Berikan Apresiasi kepada 74 Ikon Prestasi Pancasila

Kemudian di bidang olahraga, Samantha Edithso, altet catur berusia 11 tahun asal Bandung menjadi salah satu ikon Pancasila tahun ini. Pada bidang seni budaya dan bidang kreatif, nama Didik Hadiprayitno atau yang lebih dikenal Nini Thowok menjadi salah satu ikonnya.

Terakhir, bidang social enterpreneur, ada yang paling senior dari seluruh ikon, yakni penggagas Komnas Perempuan dan inspirator gerakan perempuan, yakni Saparinah Sadli yang telah berusia 96 tahun.

Hariyono menjelaskan, Indonesia sebenarnya memiliki banyak orang berprestasi. Namun, orang-orang itu justru tidak pernah muncul atau ditampilkan ke permukaan.

Adapun, BPIP akan memberikan apresiasi kepada 74 ikon prestasi Pancasila dalam rangka menyambut hari jadi Indonesia ke-74. Penyerahan apresiasi prestasi itu akan dilakukan di Solo pada 19-21 Agustus.

Dengan adanya 74 ikon yang diberikan apresiasi prestasi Pancasila itu, BPIP berharap masyarakat memiliki semangat baru untuk berprestasi dan membawa harum nama Pancasila. (OL-6)

 

BERITA TERKAIT