13 August 2019, 16:07 WIB

Jokowi Ingin Indonesia Bersaing di Dubai Expo 2020


Akmal Fauzi | Ekonomi

ANTARA/WAHYU PUTRO A
 ANTARA/WAHYU PUTRO A
Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla menggelar rapat kabinet terbatas membahas persiapan Dubai Expo 2020, Selasa (13/8).

PRESIDEN Joko Widodo meminta jajarannya untuk mempersiapkan kegiatan Dubai Expo yang digelar pada 2020 mendatang. Presiden menginginkan Indonesia mampu bersaing dan memanfaatkan peluang besar pada pameran terbesar di dunia yang diikuti oleh kurang lebih 192 negara itu.

“Kita harus memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya, baik dalam rangka urusan perdagangan, pariwisata, dan investasi internasional khususnya pasar di Timur Tengah,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas persiapan Indonesia dalam mengikuti Expo 2020 di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/8).

Gelaran Expo 2020 tersebut juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk membangun citra positif mengenai Indonesia. Oleh karena itu, Kepala Negara meminta agar pihaknya mempersiapkan betul pembangunan paviliun yang mampu menampilkan keunggulan negara.

“Desain, venue, lokasi, dan paviliun betul-betul harus menampilkan wajah Indonesia sebagai sebuah negara besar. Ini sering saya sampaikan, jangan sampai kita salah pilih lokasi,” tegasnya.

Jokowi juga menekankan, partisipasi Indonesia dalam Expo tersebut juga harus dapat dimanfaatkan sebagai sarana mempromosikan perdagangan, pariwisata, maupun investasi ke kancah internasional sehingga akan memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian.

Baca juga: Peso Argentina Anjlok, Diharapkan Negara Berkembang tak Terdampak

Jokowi mengingatkan pentingnya kolaborasi dan konsolidasi antarkementerian terkait dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Pemerintah dan swasta, menurut Presiden, juga harus dapat berjalan beriringan.

“Saya minta agar semua pameran ekspo di luar negeri ini untuk marketing perdagangan, investasi, dan pariwisata betul-betul terintegrasi dan terkonsolidasi di mana antara pemerintah dan swasta bisa beriringan,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta masing-masing kementerian atau lembaga untuk memaksimalkan penggunaan anggaran pameran yang telah dimiliki. Begitu juga, anggaran pameran yang dimiliki para Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Semuanya sudah memiliki anggaran pameran kan? Ini belum termasuk BUMN. Anggarannya tersebar, kalau dikumpulkan, meski kelihatan kecil, tapi ada di 18 kementerian," jelas Jokowi. (A-4)

BERITA TERKAIT