13 August 2019, 15:57 WIB

Indeks Moderasi Beragama Baik, Enzo Allie Tetap Jadi Taruna Akmil


Golda Eksa | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
KSAD Jenderal Andika Perkasa (kedua kanan) saat memberikan keterangan terkait taruna Akmil Enzo Zenz Allie di Jakarta, Selasa (13/8). 

KEPALA Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa menegaskan tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil).

Keputusan itu diambil setelah TNI AD kembali melakukan tes alternatif, berupa pengukuran indeks moderasi beragama terhadap seluruh taruna.

Pengukuran itu dilakukan pada Sabtu (10/8) hingga Minggu (11/8). Selang sehari kemudian hasilnya diperoleh dan disimpulkan indeks moderasi beragama Enzo cukup memuaskan, mencapai poin 5,9 dari maksimal 7.

"Ternyata kalau dikonversi menjadi persentase itu memiliki nilai 84%. Jadi indeks moderasi beragamanya cukup bagus," ujar Andika kepada wartawan di Gedung Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (13/8).

Menurut dia, sejatinya dalam proses rekrutmen calon taruna Akmil, TNI AD sudah memiliki sejumlah alat ukur dan diterapkan sejak lama, mulai dari tes akademik, kesehatan, jasmani, serta kondisi psikologis dan mental ideologi.

Berdasarkan pengukuran itu, sambung dia, pihaknya tidak menemukan adanya keraguan terhadap 364 taruna, termasuk Enzo, yang kini sedang mengikuti proses pendidikan dasar militer integratif di Akmil di Magelang, Jateng.

"Tetapi karena kemudian ada informasi tambahan tentang salah satu taruna, Enzo, maka kami pun berusaha untuk objektif. Kami ingin terbuka dan membuka diri. Kami juga tidak akan mengklaim bahwa alat ukur yang kami miliki itu sudah valid. Maka kami juga mengambil salah satu alternatif alat ukur yang memang sudah dikembangkan, digunakan cukup lama, serta akurasi dan validasinya bisa dipertanggungjawabkan."

Namun, sambung dia, penilaian terhadap seluruh calon perwira remaja TNI AD itu tetap dilakukan selama empat tahun masa pendidikan di Magelang. Menurut dia, penilaian masih berlaku hingga mereka dilantik sebagai perwira.

Baca juga: Panglima TNI Pastikan Enzo Allie Penuhi Syarat Jadi Prajurit

Dalam sejarah lima tahun ke belakang, terang Andika, ada taruna yang kandas menyandang label perwira. Ada berbagai alasan yang menjadi penyebab taruna dikeluarkan dari proses pendidikan. Misalnya, faktor kesehatan, tidak bisa mengikuti standar yang ditentukan, serta masalah jasmani, dan mental ideologi.

"Kami berharap orangtua, lingkungan dekat, dan semua orang yang menyayangi adik-adik taruna Akmil untuk membantu. Membantu mereka dalam perjalanan sehingga benar-benar menjadi perwira TNI AD yang sesuai harapan, bisa menjaga NKRI, menjaga kehidupan beragama, serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan," kata dia.

Nama Enzo sempat viral setelah video percakapannya dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beredar di media sosial. Enzo yang fasih berbahasa Prancis menjawab semua pertanyaan Panglima TNI dan mengatakan cita-cita menjadi pasukan infanteri.

Baca juga: Ini Tangggapan Netizen dan TNI terkait Sosok Enzo Allie

Namun, foto mirip Enzo viral di jagat maya membawa bendera serupa yang digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Foto itu diunggah media sosial (medsos) (X-15)
 

BERITA TERKAIT