13 August 2019, 15:05 WIB

Riset Kayu Bajakah Penyembuh Kanker Segera Dipatenkan


Surya Sriyanti | Humaniora

MI/Surya Sriyanti
 MI/Surya Sriyanti
Herlita Gusran guru pembimbing dua siswa SMAN 2 Palangka Raya menunjukkan kayu bajakah tunggal berkhasiat sembuhkan kanker. 

ANGGINA Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani beserta guru pembimbingnya akan mematenkan hasil temuan mereka, yakni tumbuhan kayu bajakah tunggal asal Kalimantan Tengah yang bisa menyembuhkan kanker. Penegasan ini dikatakan oleh Herlita Gusran, Selasa (13/8), guru pembimbing kedua siswa SMAN 2 Palangka Raya itu.

"Kita segera  mepatenkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) mengenai karya ilmiahnya saja. Karena ini berdasarkan kearifan lokal," ujar Herlita, Selasa (13/8).

Penelitian karya tulis kedua siswa SMA2 Palangka Raya itu sebelumnya berhasil meraih medali  emas dalam  World Invention Creativity Olympic (WICO) yang diadakan di Seoul,  Korea Selatan pada 28 Juli 2019. .Dijelaskan Herlita, penelitian yang dilakukan sejak 2017 lalu dan didasari oleh kearifan lokal. Tanaman obat ini merupakan obat turun temurun suku Dayak di Kalteng.

"Sejak tahun 2017  itulah anak didik kami melakukan penelitian. Dan kami juga melakukan penelitian di Universitas Lambung Mangkurat, Kalsel untuk melihat senyawa aktif yang ada di dalamnya," terangnya.

Dari hasil penelitian terhadap kayu bajakah itu terdapat 6 senyawa aktif obat penyembuh kanker dan antioksidan. Senyawa aktif itu antara lain Tanin, Flavonoid, Terpenoif, Steroid, Saponin, dan Fenolik juga antioksidan. Senyawa di dalam kayu bajakan ini diujikan kepada tikus putih kecil yang mengidap tumor.

"Setelah diuji dengan memberikan minum air kayu bajakah tunggal selama 2 pekan ternyata tumor yang ada di dalam tubuh tikus kecil itu hilang dan sembuh. Bahkan tikus itu berkembang biak," ungkap Herlita.

baca juga: Pada 74 Tahun RI Merdeka, AGP Tebar Kurban di 228 Titik

Setelah itu kedua anak didiknya berani ikut karya tulis yang  dilombakan UPI Bandung. Hasil penelitiannya berhasil menggondol juara satu.

Dari hasil ini kedua siswa Kalteng ini berhak mewakili Indonesia di WICO, Korea Selatan pada 28 Juli 2019. Hasil penelitian mereka mendapat medali emas di bidang ilmu kesehatan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT