13 August 2019, 14:22 WIB

Hampir 90% Transaksi Narkoba Dikendalikan Dari Lapas


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
 Kepala BNN, Komjen Heru Winarko (ketiga dari kiri) usai menghadiri Deklarasi Seretak Desa dan Kelurahan Bersih Narkoba di Cianjur.

HAMPIR 90% transaksi narkoba di Indonesia dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan. Badan Narkotika Nasional mengintensifkan koordinasi dan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Lapas Kementerian Hukum dan HAM untuk memperbaiki sistem.

"Terus terang saja, saya akui bahwa hampir 90% lebih transaksi narkoba yang kita ungkap dikendalikan dari dalam lapas. Kami memperbaiki sistem. Kami kerja sama dengan Dirjen Lapas supaya di lapas ini sipir-sipirnya bisa kooperatif," kata  Kepala BNN, Komjen Heru Winarko, usai menghadiri Deklarasi Seretak Desa dan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Gedung Assakinah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (13/8).

Untuk menekan pengendalian narkoba di dalam lapas, kata Heru, BNN dan Dirjen Lapas Kementerian Hukum dan HAM melakukan berbagai langkah. Satu di antaranya memutasikan narapidana yang merupakan pentolan atau bandar narkoba ke sejumlah lapas berkategori pengamanannya maksimal.

"Pentolan-pentolannya atau bandar-bandarnya kami mutasikan atau dipindahkan ke lapas high risk di Nusa Kambangan," jelas Heru.

Belum lama ini BNN dan Dirjen Lapas Kementerian Hukum dan HAM memindahkan narapidana tindak pidana narkoba dari Palembang sebanyak 30 orang dan Nangroe Aceh Darussalam ke Nusa Kambangan. Selain Nusa Kambangan, para narapidana bandar-bandar narkoba juga ada yang dipindahkan ke Lapas Gunungsindur, Bogor karena memiliki pengamanan yang maksimal.

"(Jenis narkoba) yang paling menonjol, kita split, rata-rata sabu dan ganja. Untuk sabu-sabu, jaringan internasional karena memang barangnya dari luar," ucapnya.

Belum lama ini BNN mengungkap kasus peredaran ganja kering seberat 500 kilogram dan sebulan lalu menemukan ladang ganja di Nangroe Aceh Darussalam. BNN memiliki program menanam kembali berbagai tanaman produktif di bekas ladang yang ditanami ganja.

"Kita punya program me-replanting bekas ladang ganja yang diubah ditanami jagung dan kopi," imbuhnya.

baca juga: Polda Jambi Berupaya Potong Distribusi Narkoba

BNN mewaspadai wilayah-wilayah rawan penyelundupan dan peredaran narkoba di sejumlah wilayah di Indonesia. Di wilayah barat, daerah rawan berada di Nangroe Aceh Darussallam serta Belawan dan Medan di Sumatra Utara. Selain itu, daerah rawan berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang membentang dari Filipina hingga ke Kalimantan.

"Kami kerja sama dengan Angkatan Laut dan Bea Cukai untuk bersama-sama melakukan operasi," tandasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT