13 August 2019, 13:46 WIB

Kasus Peredaran Narkoba Tertinggi di Jawa Barat


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
 Deklarasi serentak desa dan kelurahan Bersinar di Cianjur dalam rangka menekan peredaran narkoba, Selasa (13/8). 

JAWA Barat merupakan wilayah paling tinggi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Tingkat prevalensinya rata-rata di kisaran 3%-5% dengan mayoritas adalah generasi muda.

"Jabar jadi fokus kami karena hasil penelitian prevalensinya paling tinggi (di Indonesia), terutama kalangan remaja di kisaran 3% hingga 5%. Ini sangat berbahaya," kata Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Heru Winarko, usai menghadiri Deklarasi Serentak Desa Bersih Narkoba (Bersinar) 360 desa dan kelurahan di Gedung Assakinah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (13/8).

Ada banyak faktor penyebab tingginya prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat. Selain populasi, juga dipicu relatif banyaknya akses infrastruktur yang terintegrasi ke pelabuhan-pelabuhan laut.

"Jabar relatif cukup dekat juga ke pelabuhan, seperti di Cirebon dan Sukabumi. Perairan-perairan dan transportasi laut itu cukup memudahkan. Belum lagi ditambah jumlah penduduk di Jawa Barat yang cukup banyak. Hampir 20% penduduk di Indonesia itu tinggal di Jawa Barat," beber Heru.

Adanya deklarasi Desa Bersinar di setiap kota dan kabupaten, diharapkan bisa menjadi upaya menekan tingkat prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat. Upaya memberantas peredaran narkoba dimulai dari wilayah perdesaan.

"Pada program Desa Bersinar ini ada keterlibatan peran kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan elemen masyarakat lain untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kita benahi dulu dari desa, kemudian kita bersihkan semua. Masyarakat bisa ikut berpartisipasi bahu-membahu," jelasnya.

Heru mengimbau masyarakat bisa berperan menangkap tangan pelaku pengedar maupun penyalahguna narkoba. Sehingga, tingkat prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, utamanya di Jawa Barat bisa ditekan di bawah 2%.

"Standard tingkat prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di dunia itu di bawah 2 %. Kalau sudah lebih dari 3%, penanganannya harus ekstra," tandasnya.

Plh Sekda Jabar, Daud Achmad, mengapresiasi Pemkab Cianjur yang telah mendeklarasikan Desa dan Kelurahan Bersinar. Langkah tersebut dinilai Pemprov Jabar menjadi sebuah terobosan besar mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur pada khususnya dan di Jawa Barat pada umumnya.

"Memerangi narkoba butuh komitmen dari semua komponen masyarakat. Narkoba merupakan kejahatan terorganisasi dan kejahatan luar biasa. Kalau tak ditangani, narkoba akan terus menggerogoti bangsa dan generasi penerus karena menjadi ancaman terbesar," tegasnya.

baca juga: Imigrasi Tasikmalaya Deportasi 2 WNA Nigeria

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, menambahkan deklarasi Desa dan Kelurahan Bersinar merupakan komitmen dari awal agar masyarakat Kabupaten Cianjur harus terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dideklarasikannya Desa dan Kelurahan Bersinar itu sendiri terinisiasi dari pengungkapan kasus penyelundupan ganja dalam jumlah besar beberapa waktu lalu di Kecamatan Pacet.

"Dari sana kami memikirkan agar seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cianjur harus bersih dari narkoba. Ini juga sinergis dengan program BNN Kabupaten Cianjur," terang Herman. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT