13 August 2019, 12:15 WIB

Eko Yuli Tegaskan Tekad Tampil di Olimpiade 2020


Antara | Olahraga

ANTARA/Muhammad Adimaja
 ANTARA/Muhammad Adimaja
Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan

LIFTER andalan Indonesia Eko Yuli Irawan terus berusaha keras mengumpulan poin Olimpiade karena tidak ingin melewatkan kejuaraan multi event terbesar di dunia, Olimpiade 2010 di Tokyo, Jepang.    

"Fokus saya saat ini mengamankan tiket Olimpiade 2020. Salah satu upaya saya menambah total angkatan 6kg pada Kejuaraan Dunia di Thailand, September nanti," kata Eko Yuli Irawan dalam keterangan resmi, Senin (12/8).    

Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, Eko sukses memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 317kg (Snatch 143kg dan Clean and Jerk 174kg). Adapun rekor kelas 61 kg sebelumnya 313 kg.    

Demi mengejar target, lifter yang bakal turun di kelas 61 kg itu terus menjalani latihan keras di bawah bimbingan pelatih sekaligus dipantau langsung oleh Anggota Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hadi Wihardja.    

Untuk lolos ke Olimpiade untuk keempat kalinya itu, Eko Yuli harus berada dalam peringkat delapan besar dunia.

Baca juga: Pecatur Indonesia Sumbang Tujuh Medali Emas dari Thailand

Saat ini, ayah dua anak ini berada di posisi lima dengan raihan 2.114 poin dan memiliki peluang besar lolos ke Tokyo.        

Peringkat pertama dan kedua kelas 61 kg adalah lifter Tiongkok Li Fabin dengan 3.108 poin dan Fulin Qin dengan 3.015 poin.

Keduanya sudah tampil pada empat kejuaraan. Disusul lifter Uzbekistan Ergashev dengan 2.758 poin dan lifter Jepang Itozaku berada di posisi empat dengan 2.553 poin.    

"Masih ada peluang Eko untuk bisa menembus peringkat empat dunia karena dia baru tampil di tiga event sedangkan empat lifter di atasnya sudah tampil di empat event," kata Hadi Wihardja.

Jika lolos ke Olimpiade 2020, Eko Yuli Irawan menjadi atlet Indonesia yang tampil di empat kali kejuaraan terbesar di dunia itu.

Lifter berusia 30 tahun itu sudah turun pada Olimpiade 2008 di Beijing dan meraih medali perunggu.

Berikutnya di Olimpiade 2012 London, dia meraih medali perunggu dan di Olimpiade 2019 di Brasil membawa pulang medali perak.    

Hadi Wihardja optimistis Eko bakal melenggang ke Tokyo mengingat hasil tes progres yang dilakukan PB PABBSI telah membukukan total angkatan 314 kg, meski catatan berat badannya melampaui 5%.

Apalagi, Eko akan tampil pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Thailand, 18-27 September.    

"Catatan total angkatan itu menunjukkan persiapan Eko sangat ideal menjelang kejuaraan dunia. Apa pun yang terjadi suka atau tidak suka Eko harus berusaha mempertahankan medali serta rekor yang diciptakan pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018," kata mantan lifter itu.    

Melihat penampilan Eko pada tes progres tersebut, Hadi Wihardja mengatakan dibutuhkan strategi yang mantap serta perhitungan detail di setiap angkatan, baik Snatch maupun Clean and Jerk. (OL-2)

BERITA TERKAIT